SUMEDANG BANGKIT

SUMEDANG BANGKIT
Tim Pelajar 2013

Kamis, 15 Maret 2012

Menganalisa Teori Tendangan Bebas Cristiano Ronaldo


Menganalisa Teori Tendangan Bebas Cristiano Ronaldo

Ronaldo menggunakan "teori angin" untuk merubah laju bola..?
Semua orang pasti tahu ancang-ancang free kick tersebut. Ya, itu milik Cristiano Ronaldo. Salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Hmm, ternyata bukan hanya ancang-ancangnya saja yang unik tapi cara menendangnya juga unik. Tidak jarang dari tendangan bebas yang di lakukannya menghasilkan gol untuk timnya. Arah bola yang dihasilkan dari tendangannya juga unik, karena bola bisa berubah arah dalam sekejap. Sekarang saya coba membahas cara (tehnik) tendangan bebas Ronaldo dan mengapa bisa seperti itu.

Beckham, menggunakan tehnik menggesek bola.
Begitu banyak pemain yang piawai dalam mengeksekusi bola mati, seperti Juninho, Alessandro Del Pierro sampai yang paling famous David Beckham. Mereka seperti sudah terlatih untuk melakukan itu. Kebanyakan dari pemain mengeksekusi tendangan bebas dengan menggesek bola, hal tersebut untuk memberikan efek melengkung (pisang) untuk mengecoh kiper agar bola terlihat menjauh kemudian membelok kembali. 

Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, dengan pemikiran yang matang dan latihan yang sering Ronaldo mencoba melawan arus dengan apa yang dilakukan oleh para seniornya. Jika seniornya melakukannya dengan menggesekkan bola Ronaldo justru tidak menggesekkan bola, dia hanya menendang bola jauh ke arah gawang dan berharap angin dapat merubah laju bola. Mengapa demikian?

Jika bola yang dihasilkan Beckham adalah gesekan artinya tendangan Beckham terdapat daya angin yang kencang sehingga angin sulit mengganggu laju bola karena perputaran akibat gesekan bola sangat kuat. Bola beckham terus menghasilkan perputaran yang menghasilkan angin dari perputaran tersebut sampai bola itu berhenti berputar.
bola yang berputar cepat sulit di pengaruhi angin
Nah, tendangan yang di lakukan Ronaldo hanya mendorong bola jauh kedepan. Tanpa menggesek bola, sehingga bola terbang diam. Bola yang di hasilkan tidak punya energi angin, karena tidak bergerak. Disinilah angin dengan mudah merubah laju bola dari tendangan Ronaldo.

Ronaldo hanya 'mendorong' bola jauh ke gawang
Tendangan yang dilakukan Cristiano Ronaldo cenderung lurus dan tidak memberikan efek melengkung seperti yang dilakukan David Beckham. Hal ini justru memudahkannya untuk mengarahkan bola tepat ke sasaran. Selain itu tendangan yang dihasilkan Ronaldo juga memiliki kecepatan yang luar biasa, pada sebuah penelitian pernah kecepatan tendangan Ronaldo hampir menyamain kecepatan Cheetah (kalau tidak salah gol nya ke gawang Real Zaragoza). Sekedar info, tendangan Cristiano Ronaldo bisa mencapai kecepatan 130 km/hour. Yang saya bingung bagaimana caranya Ronaldo bisa menendang dengan kecepatan seperti itu tanpa kekuatan yang penuh?
Saya yakin Ronaldo sudah paham betul tentang teori ini, dari perputaran bola sampai arah angin. Ditambah dengan latihan yang sering hasilnya seperti sekarang ini. Sungguh tendangan bebas yang unik!

Lalu kenapa bola tendangan Ronaldo berubah arah ketika sudah di depan Kiper..??
Inilah teorinya : saat Ronaldo menendang, ada sedikit kekuatan dorongan  (putaran) yang di hasilkan dari tendangannya. Semakin lama, bola semakin sedikit menghasilkan tenaga dan di saat ini lah angin merubah arah. Makanya tidak jarang kiper sulit memblok bola (kaget) meskipun sudah menebak arah bola. Itu juga yang menyebabkan bola yang ditendang ke atas tiba-tiba jatuh dan masuk ke gawang. Inilah yang saya sebut sebagai "teori angin". Semakin lama bola melayang maka kekuatan bola akan semakin sedikit bahkan hilang , nah pada saat inilah angin mempengaruhi bola hingga jatuh ketanah.

Dari sekian banyak gol yang di hasilkan lewat tendangan bebasnya, lebih banyak di hasilkan dari jarak lebih dari 25 meter ke arah gawang, hal ini karena memperbesar kemungkinan teori tersebut. Jika dari jarak dekat maka Ronaldo sulit menggunakan teori ini. Namun bagaimanapun juga hal itu butuh latihan khusus dan sering untuk melakukannya.

Salah satu tendangan bebas Ronaldo :

Cristiano Ronaldo free kick 105 km/hr

Setiap akan melakukan tendangan bebas, Ronaldo selalu mengambil jarak sekitar 4-6 langkah kemudian melebarkan kakinya. Hal ini dilakukannya untuk menyeimbangkan kedua kakinya. Kemudian, sebelum mengeksekusi Ronaldo selalu menghirup udara pelan-pelan lalu menghembusakannya keluar seperti membuang beban. Hal ini dilakukannya agar lebih rileks dan dapat berkonsentrasi sambil mengumpulkan kekuatan dikaki kanannya.

tarik nafas dalam-dalam dan renggangkan otot
Tendangan bebas yang dilakukan Ronaldo Berpotensi menimbukan cedera panjang..
Mark Hughes, mengaku telah lama mengamati cara mantan gelandang sayap Manchester United itu  dalam mengeksekusi tendangan bebas. Dan menurut penilaiannya, Ronaldo punya cara yang unik saat menendang bola. "Cara Ronaldo melakukan tendangan bebas sangat unik dengan pemain manapun. Itu adalah talenta luar biasa yang mampu membuat masalah besar bagi para kiper. Namun teknik yang digunakan tidak biasa," kata Hughes kepada SkySports.com.
Menurut Hughes, Ronaldo memberikan tenaga lebih untuk paha dan otot di sekitar lututnya saat melakukan tendangan bebas. Bila tidak dilakukan dengan benar, teknik ini cukup berpotensi untuk menimbulkan cedera.

"Saya kagum dengan Ronaldo yang memilik tenaga dan kekuatan untuk melakukan teknik seperti itu. Jika itu saya lakukan bahkan ketika saat masih menjadi pemain, saya pasti akan dapat masalah," kata Hughes. 

prepare..
looking..
shoot..
to target..
and goal, I'm the best.. haha
Tetapi hal itu mungkin hanya beberapa persen saja, selebihnya saya yakin Ronaldo telah cukup sering melakukan latihan tendangan bebas dan memiliki akurasi tendangan yang bagus.  Dari hasil survey, tendangan bebas milik Cristiano Ronaldo memang paling sulit ditebak dibanding Beckham dan yang lainnya. Hmm, gimana? Itu menurut analisa saya saja, jika memiliki analisa lain silahkan komen.. :D

Jumat, 09 Maret 2012

faktor yang terlupakan di TENIS MEJA


Memasuki era globalisasi terutama dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan pelatihan diharapkan untuk meningkatkan seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki sehingga mampu melaksanakan tugas utamanya yaitu: mendidik, mengajar, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik baik pada tingkat dasar sampai pada tingkat menengah.
Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan dapat dilakukan melalui kegiatan olahraga di sekolah yang diterapkan dengan baik, serta diarahkan, dilatih dibimbing dan dikembangkan sehingga pembibitan olahraga yang berbakat akan lebih cepat berhasil.
Olahraga tenis meja adalah salah satu sarana yang dapat menunjang proses pencapaian pendidikan secara integral. Menyadari akan hal itu, pelatih harus benar-benar mampu menciptakan suatu pelatihan agar anak didik memiliki pengetahuan, keterampilan dan potensi yang tinggi.
Permainan  tenis meja adalah salah satu cabang olahraga yang banyak digemari masyarakat  luas, terutama masyarakat sekolah termasuk perguruan tinggi. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh masuknya cabang ini dalam kurikulum di sekolah tetapi juga permainan ini sangat menarik dan dapat dimainkan di dalam rumah dengan peralatan yang relatif murah, serta tidak membutuhkan tempat yang luas. Tenis meja dapat dimainkan dan dinikmati oleh semua anggota keluarga dan memberi gerak badan serta hiburan kepada pemain-pemain semua tingkat usia, dan termasuk juga mereka yang cacat jasmaninya.
Tenis meja membutuhkan kelengkapan kondisi fisik agar mampu mendapatkan prestasi lebih tinggi, di samping penguasaan teknik, taktik serta strategi. Seperti yang dikemukakan oleh Mochamad Sajoto dalam bukunya; pembinaan  kondisi fisik dalam olahraga bahwa kalau seseorang atlit ingin berprestasi harus memiliki kondisi fisik seperti:
Kekuatan (strength), daya tahan (endurance), daya ledak otot (muscular power), kecepatan (speed), koordinasi (coordination), kelentukan (fleksibility), kelincahan (agility), keseimbangan (balance), ketepatan (accuracy), reaksi (reaction).
Dari semua kompenen fisik yang tersebut di atas merupakan suatu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan satu sama lain, baik peningkatannya maupun pemeliharaannya. Dalam permainan tenis meja perhatian terhadap komponen kelentukan, khususnya kelentukan pergelangan tangan bagi pelatih di daerah ini, tampaknya masih perlu ditingkatkan berkaitan dengan tenis meja, ini dapat dilihat pada pesta olahraga nasional yang hasilnya belum sejalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Khusus cabang tenis meja kelentukan pergelangan tangan perlu mendapat perhatian khusus dimana dalam pelaksanaan pelatihan  tenis meja yang diberikan oleh pelatih di sekolah mungkin hanya memperhatikan penguasaan teknik keterampilan-keterampilan saja.
Oleh sebab itu, masih perlu dibina dan diarahkan siswa untuk diberikan latihan-latihan kondisi fisik seperti kelentukan, karena kelentukan pergelangan tangan dalam olahraga tenis meja sangat dibutuhkan bahkan sangat menentukan menang atau tidaknya dalam suatu pertandingan. Di samping itu harus ditunjang keterampilan penguasaan  teknik dasar seperti melakukan  pukulan forehand.
Kekurangan yang dapat dilihat penyebabnya yakni kurangnya informasi dan penelitian tentang hubungan antara komponen kondisi fisik yang berkaitan dalam keterampilan bermain tenis meja seperti kelentukan dan keterampilan melakukan pukulan forehand, sehingga tidak tepat kalau orang beranggapan bahwa di dalam bermain tenis meja yang harus kita kuasai hanya  keterampilan dasar saja tanpa disertai unsur kondisi fisik. Dengan kekurangan informasi ini sehingga prestasi yang dicapai ditingkat Nasional masih perlu pembinaan yang lebih optimal.
Oleh karena itu, untuk membuktikan pernyataan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan maksud ingin mengetahui sejauh manakah hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.
Adapun tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja di SMU Katolik Rosa Delima Tondano.
Penelitian ini diharapkan dapat berguna:
  1. Bagi masyarakat penggemar olahraga tenis meja, untuk menjadi bahan masukkan dalam rangka pembinaan, pengembangan dan peningkatan permainan di bidang olahraga khususnya tenis meja.
  2. Untuk memperoleh konsep ilmiah yang dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran bagi pelatih, pembina, dan pelajar yang berbakat serta masyarakat pada umumnya.
Fleksibilitas adalah bagian yang sangat penting bagi semua cabang olahraga. Oleh karena itu, unsur fleksibilitas harus mendapat perhatian yang lebih khusus dalam tiap latihan terutama cabang olahraga yang banyak membutuhkan fleksibilitas, antara lain tenis meja.
Dalam permainan tenis meja banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satu faktor adalah kondisi fisik antara lain, fleksibilitas. Sebab fleksibilitas ini sangat menunjang dalam keterampilan melakukan pukulan forehand pada permainan tenis meja. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Peni Mutalib:
“Fleksibilitas yaitu komponen yang memungkinkan gerakan sendi yang makin luas, hanya perlu diingat bahwa makin kuat otot makin besar tendonnya, sehingga latihan fleksibilitas harus diikuti latihan kekuatan dengan demikian akan didapat tendon yang kekar dan tetap fleksibel”
Pendapat lain yang juga dikemukakan oleh Harsono bahwa :
“Orang yang fleksibel adalah orang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan mempunyai suatu otot yang elastis,biasanya terbatas ruang gerak sendi-sendinya. Jadi faktor utama yang membantu menentukan fleksibilitas adalah elastisnya otot”
Dalam melakukan aktivitas olahraga unsur fleksibilitas sangatlah diperlukan untuk tidak terjadinya suatu yang tidak kita inginkan seperti cedera terutama pada persendian. Mochmad Sojoto mengemukakan bahwa: “Fleksibilitas adalah keefektifan seseorang dalam mengulurkan seluas-luasnya terutama otot-otot, ligamen pada sekitar persendian” Dengan demikian, orang yang lentuk adalah orang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya serta mempunyai otot yang elastis.
Jadi kelentukan pergelangan tangan, akan dapat menimbulkan kemampuan untuk melakukan gerak sendi dari berbagai arah di dalam melakukan pukulan forehand, dimana tangan yang akan sangat berpengaruh dalam melecutkan secara horisontal suatu pukulan yang keras, tepat dan terarah pada sasaran yang diinginkan.
Dengan demikian berdasarkan uraian-uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kelentukan pergelangan tangan turut menunjang dalam melakukan pukulan forehand dalam permainan tenis meja.
  1. Hakekat ketepatan melakukan pukulan forehand
Pendapat ini dikemukakan oleh Rainer Martens yang menyatakan bahwa teknik melakukan pukulan forehand adalah:
  1. Tahap persiapan
    1. Dalam posisi siap
    2. Tangan dilemaskan
    3. Bed sedikit dibuka untuk menghadapi back spin, sedikit ditutup atau tegak lurus untuk menghadapi top spin.
    4. Pergelangan tangan lemas dan sedikit dimiringkan ke bawah.
    5. Bergerak untuk mengatur posisi, kaki kanan sedikit ke belakang untuk melakukan forehand.
    6. Tahap pelaksanaan
      1. Putar tubuh ke belakang dengan bertumpuh pada pinggang dan pinggul
      2. Putar tangan ke belakang dengan bertumpu pada siku.
      3. Berat badan dipindahkan ke kaki kanan.
      4. Untuk menghadapi back spin, bed harus digerakkan sedikit lebih rendah.
      5. For Ward Swing
        1. Berat badan dipindahkan ke kaki kiri
        2. Tubuh diputar ke depan bertumpuh pada pinggang dan pinggul.
        3. Tangan diputar ke depan dengan bertumpuh pada siku.
        4. Kontak
        5. Tahap akhir
          1. Bed bergerak ke depan dan sedikit naik ke atas.
          2. Kembali keposisi siap.


KRITIK DAN SARAN MENURUT LAYANAN BK
Masalah ini sangat ini sangat menarik untuk di bahas karena sebagai mana kita ketahui permainan tenis meja hampir ada di setiap kota atau kabupaten di Indonesia ini. Permainan ini memang sangat bagus untuk menguji mental seseorang karena di permainan ini sangat membutuhkan ketenangan dalam berpikir penempatan bola, pengontrolan emosi dalam mengeluarkan tenaga, dan daya intelek untuk bagaimana membuat poin secepat mungkin. Berbeda dengan permainan cabang olahraga lain yang dominan tenaga seperti bulutangkis, sepakbola, bahkan di sepokbola tanah air kita banyak yang mengakibatkan keributan bai itu antar pemain juga antar penonton. Ada juga yang dominan pikiran seperti catur.
Dengan demikian skirpsi ini sangat baik untuk dikaji lebih dalam lagi dari segi Bimbingan Konseling. Dalam melakukan pukulan Forehand diperlukan pemikiran yang cermat agar bola yang dihasilkan seperti yang kita inginkan, baik itu drive, top spin, ataupun backspin. Ini semua bisa dilakukan hanya dalam keadaan yang tenang dn juga memiliki tehnik yang baik tentunya, tetapi tetap yang dominan adalah ketenangan karena permainan ini dibatasi dengan meja sehingga bola harus jatuh dipermukaan meja lawan terlebih dahulu, dan tidak semua orang bisa melakukan hal ini.
Kritik dan Saran
Banyaknya pelatih yang memberikan pelatihan tenis meja di Indonesia yang tidak detail atau mendalam. Hal ini sangat menghambat meningkatnya performa atlet di masa keemasanya. Hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan ketepatan melakukan pukulan forehand pada permainan tenis meja sangat ditunjang juga dengan konsentrasi penuh, ketika atlet tidak konsentrasi maka ketepatan akan tidak maksimal.
Masalah ini sangat berkaitan dengan psikis atlit dimana atlet tenis meja seharusnyaselalu mendapat layanan bimbingan dan konseling. Karena dengan cabang olahraga yang mengandalkan kecepatan dan daya tahan di tuntut konsentrasi dimana konsentrasi itu di pengaruhi banyak faktor psikologi.
Atlet yang masih muda selalu rentan dengan masalah yang hampir dimiliki remaja lainya. Untuk itu tidak heran juara pada kejuaraan tenis meja masih banyak diraih oleh atlet – atlet tua. Hal ini disebabkan tidak adanya layanan bimbingan dan konseling  di sekolah – sekolah tenis meja bahkan di club – club profesional sekalipun.
Alternatif bantuan yang diberikan kepada atlet atlet muda guna mencapaimaasa keemasan yang sangat kompeten dan sukses diantaranya adalah pemberian masukan bahwa masalah profesionalisme sangat mutlak untuk diterapkan ketika si anak tersebutmemilih menjadi seorang atlet. Bahwa atlet profesional ketika sedang berlatih dan bertanding selalu fokus akan tugasnya,dan masalh yang dia hadapi dia simpan dan dilupakan sejenak di saat latihan. Alternatif yang lain adalah mencegah penggunaan handphone dan media jejaring sosial lainya yang dianggap rentan mengundang masalah, bahakan masalah pribadi anak tersebut. Di club – club elit hal ini sudah di terapkan. Jadi setiap anak yang ingin masuk club dan berlatih disana tidak boleh menggunakan handphone dan media jejaring sosial lainya.  Dan masih banyak alternatif – alternatif lainya yang sebenarnya kalau dipikirkan oleh para pelatih sangtlah penting, karena bagaimanapun atlet yang mereka latih adalah anak – anak yang menuju remaja, remaja yang menuju dewasa, bahkan atlet yang dewasa pun pasti memiliki masalah.
Di cabang olahraga tenis meja sangat pentingnya konsentrasi maka sudah tentu bimbingan konseling yang tidak tersedia di club – club sekarang ini  harusnya mulai dirancang dan diadakan di setiap club. Namun kesadaran dari pihak pelatih akan hal ini kurang begitu timbul. Di tingkat nasional pun tidak ada layanan bimbingan konseling yang khusus menangani cabang – cabang olahraga tertentu.
Tidak adanya layanan bimbingan konseling di pelatihan cabang olahraga tenis meja sangatlah jelas menghambat meningkatnya atlet-atlet muda kita dalam menerima materi latihan. Banyaknya atlet yang tidak bisa berlatih maksimal karena faktor psikis baik itu adanya masalah pribadi atau banyak tugas di sekolahnya membuat atlet tenis meja sangat sulit berbicara di level internasional. Ini merupakan suatu  tugas kita bersama untuk menyelesaikan masalah –masalah para atlet supaya mereka bisa latihan dengan maksimal dan dengan konsentrasi penuh.

Selasa, 21 Februari 2012

TENTANG SEBUAH CERITA

Mungkin saat ini kalian belum menemukan apa yang kalian inginkan. bahkan mungkin kalian belum tahu apa yang kalian akan tuju. semua itu yang akan di alami semua remaja sekitar SMA sampai masa kuliah, disini akan terjadi sebuah gejolak yang amat sangat dalam untuk di gali dan akan sangat rumit untuk di teliti. tapi semua itu selalu ada kuncinya, kalian harus belajar ilmu agama, sosial dan ilmu pengetahuan juga teknologi. semuanya tergantung sejauh mana ilmu yang kalian miliki,semakin banyak ilmu yang kalian dapat maka semakin mudah lah kalian menyelesaikan masalah. namun ketika kalian tidak memiliki ilmu maka kalian akan tersesat dan semakin tersesat di luang yang semakin gelap. Ini semua menjadi suratan yang sudah di gariskan dan turun temurun xampai zaman sekarang bahkan untuk selamanya. Apa yang palin penting adalah kita memahi agama, karena banyak sekali orang dewasa yang jauh dari agama bahkan tidak mengetahui bagaimana aturan di agamanya.
 Dunia ini terlalu sempit untk selalu kita nikmati sendiri kita harus memandang luas dunia ini bersama karena dunia ini sangatlah indah bila ercipta kedamaian dan cinta. Suatu anugrah dari tuhan yang tak akan ada habisnya  jika kita bisa hidup berdampingan secara damai dan penuh kasih sayang. Pemahan akan ilmu duniawi akan terasa jika kita saling melengkapi dan menghias halaman rumah yang kita miliki. 

Senin, 20 Februari 2012

REAL MADRID

Kesuksesan seorang pelatih bertangan dingin Jose Mourinho sangat patut kita contoh.Bukan hanya mendampingi anak asuhnya di pinggir lapangantetapi dia sanggup menjadi motivator  bagi anaj asuhnya ketika mengalami kebuntuan. Tugas seorang pemimpin memang layaknya seperti dia, bisa melindungi anak asuhnya dengan sikap yang ia berikan walau terkadang di anggap provokasi bagi yang lain. Namun itu sah sah saja karena demi ketenangan anak asuhnya dia rela menjadi korban atau tembok pertama untuk menghadang "badai". Patut kita saksikan apa yang akan terjadi nanti malam ketika Real madrid akan berkunjung ke Moskow yang mempunyai suhu di bawah nol derajat celcius, strategi apa yang akan dia pakai? kecerdikanya patut kita nantikan guna menjadi contoh dalam kita melatih.

PERATURAN TENIS MEJA

PERATURAN TENIS MEJA
Peraturan Tenis Meja 2010-2011
Terjemahan: Wahinton Galingging
Wasit Tenis Meja Internasional,
sesuai sumber aslinya (ITTF)

2. PERATURAN TENIS MEJA

2.1 MEJA
- Permukaan meja atau meja tempat bermain harus berbentuk segi empat dengan
panjang 2,74m dan lebar 1,525m, dan harus datar dengan ketinggian 76 cm di atas lantai.
- Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja.
- Permukaan meja boleh terbuat dari bahan apa saja namun harus menghasilkan
pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.
- Seluruh permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar dengan garis putih selebar 2
cm pada tiap sisi panjang meja 2,74 m dan tiap lebar meja 1,525 m.
- Permukaan meja dibagi dalam 2 bagian yang sama secara vertikal oleh net paralel
dengan garis akhir dan harus melewati lebar permukaan masing-masing bagian meja.
- Untuk ganda, setiap bagian meja harus dibagi dalam 2 bagian yang sama dengan garis
tengah berwarna putih selebar 3mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua bagian meja,
garis tengah tersebut harus dianggap menjadi 2 bagian kiri dan kanan.

2.2 PERANGKAT NET
- Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan ke dua tiang penyangga,
termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.
- Net harus terpajang dengan bantuan tali yang melekat pada ke dua sisi atas tiang
setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan ke dua tiang di setiap sisi akhir lebar meja adalah 15,25
1 / 4
PERATURAN TENIS MEJA
cm.
- Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja.
- Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan
perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangga.
2.3 B O L A
- Bola harus bulat dengan diameter 40 mm.
- Berat bola harus 2,7 gr.
- Bola harus terbuat dari bahan celulos (celluloid) atau sejenis bahan plastik dan
berwarna putih atau oranye, dan tidak mengk ilap.
2.4 RAKET/BET
- Ukuran, berat, bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku.
- Ketebalan daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu; dapat dilapisi dengan bahan
perekat yang berserat seperti fiber karbon atau fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan,
bahan tersebut tidak lebih dari 7,5 % dari total ketebalan 0,35 mm, yang adalah merupakan
bagian yang lebih sedikit/tipis.
- Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet datar
maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (karet pletok) maka
ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau jika dilapisi karet lunak
(Sandwich Rubber) atau (spons) dengan karet bintik di dalamnya maka ketebalannya tidak
lebih dari 4 mm termasuk lem perekat.
- Karet bintik biasaadalah lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet
alam, dengan bintik yang menyebar dipermukaan raket secara merata dengan kepadatan tidak
kurang dari 10 per-cm 2 dan tidak lebih dari 30 per-cm2.
- Karet lunak(sandwich rubber) adalah lapisan tunggal dari karet cellular yang ditutupi
dengan lapisan luar karet bintik biasa, ketebalan dari karet bintik tidak lebih kurang dari 2 mm.
- Karet penutup daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada bagian
yang terdekat dari kayu yang dipegang dan yang ditutupi oleh jari-jari dapat ditutupi oleh bahan
lain atau tidak ditutupi.
- Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak
bersambung) dan juga ketebalannya.
- Permukaan raket yang tidak ditutupi karet pada sisi, harus diwarnai pada sisi yang
2 / 4
PERATURAN TENIS MEJA
tidak ditutupi oleh karet dengan warna pudar, merah atau hitam, (tidak sama dengan warna
sebelahnya).
- Karet raket yang digunakan harus tanpa perlakuan bahan kimia, merubah karakterisktik
karet secara fisik, atau hal lainnya.
- Apabila terjadi sedikit kekurangan/ penyimpangan pada warna dan kesinambungan
permukaan akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian yang tidak disengaja dapat
diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.
- Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama
permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada lawannya dan
pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/mencobanya.
2.5 DEFINISI
- Suatu reli (rally) adalah suatu periode selama bola dalam permainan.
- Bola dalam permainan mulai dari saat terakhir diam di telapak tangan bebas sebelum
bola dilambungkan pada saat servis hingga reli diputuskan sebagai suatu let atau poin.
- Suatu let adalah suatu reli yang hasilnya tidak dinilai/dihitung.
- Suatu poin adalah hasil suatu reli yang hasilnya dinilai/dihitung.
- Tangan raket adalah tangan yang memegang raket.
- Tangan bebas adalah tangan yang tidak memegang raket; lengan bebas adalah
lengan dari tangan bebas.
- Seorang pemain memukul bola jika dia menyentuhnya dengan raket yang dipegangnya
atau bagian tangan dibawah pegelangan tangan yang memegang raket ketika bola masih
dalam permainan.
- Seorang pemain yang menyentuh bola jika dia, atau apa saja yang dipakai atau
dibawanya, mengenai bola dalam permainan ketika bola masih berada/melintas di atas
permukaan meja dan belum melewati garis akhir, belum menyentuh bagian mejanya sejak
dipukul oleh lawannya.
- Pelaku Servis/Pemain yang melakukan servis(server) adalah pemain yang memukul
bola pertama kalinya dalam suatu reli.
- Penerima bola (receiver) adalah pemain yang memukul bola yang kedua pada suatu
reli.
- Wasitadalah seseorang yang ditunjuk untuk mengawasi permainan.
- Pembantu wasit adalah seseorang yang ditunjuk untuk membantu wasit dengan
keputusan-keputusan tertentu.
- Sesuatu yang dipakai atau dibawa oleh seorang pemain adalah segala sesuatu yang
dipakai atau dibawa, kecuali bola, pada saat reli dimulai.
- Bola sudah harus dinyatakan melewati atau mengelilingi net jika telah melalui bagian
3 / 4
PERATURAN TENIS MEJA
mana saja selain antara net dan tiangnya dan antara net dan permukaan meja.
- Garis akhir adalah juga perpanjangan kedua arah sisi ujung meja.
2.6 SERVIS
- Servis dimulai dengan bola diam secara bebas di atas permukaan telapak tangan
bebas pelaku sevis (siap untuk dilambungkan).
- Pelaku servis harus melambungkan bola secara vertikal tanpa putaran, sehingga bola
naik minimal 16 cm dari permukaan telapak tangan bebas, kemudian turun tanpa menyentuh
apapun sebelum dipukul.
- Pada saat bola turun, pelaku servis harus memukulnya sehingga menyentuh mejanya
terlebih dahulu dan setelah melewati net atau mengelilingi net kemudian menyentuh meja dari
penerima ; pada permainan ganda, bola harus menyentuh bagian kanan dari
masing-masing meja pelaku servis dan penerima secara berurutan.
- Dari mulai servis hingga bola dipukul, bola harus berada di atas perpanjangan
permukaan meja permainan (di belakang batas akhir meja) pelaku servis, dan bola tidak boleh
menghalangi penerima oleh pelaku servis atau pasangannya dan apa saja yang mereka bawa
atau pakai.
- Segera setelah bola dilambungkan, lengan dan tanganbebas harus disingkirkan/ditarik
dari garis bebas antara bola dan net.
4 / 4

sandi setiawan

aku lahir di sumedang tanggal 4 februari 1992. hari demi hari semuanya kian berganti.