SUMEDANG BANGKIT

SUMEDANG BANGKIT
Tim Pelajar 2013

Kamis, 06 Juni 2013

SISTEM BARU PENGGANTI DIVISI YANG TAK KARUAN

Sumedang, Komunitas Tenis Meja Insun Medal ( KTM IM ) kembali membuat gebrakan dalam pembinaan tenis meja Sumedang. setelah menghadirkan kompetisi Setiawan Cup untuk pelajar U-15 kini pihak KTM IM menghadirkan sistem pertandingan baru untuk menarik minta para pemain terbaik Sumedang di kalangan Senior dengan mengadakan " LIGA TENIS MEJA SISTES POOR and POOR ". Hal ini terlaksana mengingat Sandi Setiawan sebagai Koordinato KTM IM merasa jenuh melihat perkembangan tenis meja yang jauh dari harapan, keudian pak Hikmat sebagai pengarah mengarahkan KTM IM untuk segera membuat konsep yang sederhana namun diharapkan bisa menarik minat kalangan tenis meja terbaik Sumedang.
Munculah ide menghadirkan kompetisi setiap bulan menggunakan sistem poor yang di bagi menjadi 4 kelas, disini KTM IM tidak mengacu pada sistem divisi sumedang tetepi menggunakan sistem kelas yang berbeda yaitu kelas monster yang tertinggi, kelas arwana yang kedua kelas louhan yang ketiga dan yang terkhir kelas gurame. Setiap beda tingkat kelas poor nya 2 point dan seterusnya.
Tujuan utama dari kompetisi ini adalah mengembalikan persaingan di tingkat senior untuk kembali kompetitif karena dengan sistem yang ada pada saat ini membuat atlet senior banyak yang pensiun muda dalam persaingan tenis meja hal ini di akibatkan tidak bolehnya pemain bagus mengikuti pertandingan di Sumedang. Hal ini jelas berdampak negatif kepada perkembangan anak-anak U-15 Sumedang yang tidak bisa berbicara banyak di pentas Provinsi. Untuk itu anak-anak diikut sertakan dimana diharapkan bisa mencontoh pola permainan para seniornya yang baik dan benar sesuai aturan.

Pihak PTM Cortesa yang diminta tempatnya untuk ikut menyumbangkan tempatnya guna pembinaan tenis meja ini sangat setuju dimana bapak Edi Kurniadi langsung memberikan ijin tempat untuk kompetisi ini.
Berikut kelas-kelas dari kompetisi :
A. MONSTER
1. JANE
B. ARWANA
1. EDI
2. RYAN
3. SANDI
4. ARIF
5. IWAN
6. YANTO
7. UJANG
C. LOUHAN
1. BABY
2. DIKA
3, TEGUH
4. ABANG
DLL
D. GURAME
1. SANDI CILIK
2.BU NUNUNG
DLL

Kamis, 16 Mei 2013

"Pencetak Sejarah Sumedang" MEILINDA DWI ERWIN


PROFIL ATLET TENIS MEJA
Nama                                     : Erwin Dwi Meilinda
Tempat / Tanggal Lahir           : Sumedang, 25 Mei 1997
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Alamat                                   : Dusun Pangkalan RT 03 RW 05 Desa Nagarawangi Kecamatan                                                      .           Rancakalong Sumedang
Agama                                   : Islam
Sekolah/Universitas                : SMAN Ragunan
Mulai Latihan                         : Kelas 4 SD
Tinggi / Berat Badan               : 152 CM / 52 KG
Data Prestasi                          :
·         Juara III Kejuaraan Tenis Meja Se-Indonesia  ITB Open XIII 2011
·          Juara II POPDA Jawa Barat tahun 2012
·         Juara I O2SN Jakarta 2012
·         Juara II Bergu Putri Junior Se –Indonesia 2012
·         Juara II Double Putri Junior ITTF Open di Bangkok, Thailand 2013


Putri dari pasangan Bapak Rahmat dan Ibu Iroh Rohamah dari Desa yang jauh dari Kota Sumedang kini menjadi pembicaraan di dunia tenis meja Indonesia, anak yang sejak SD di latih sendiri di samping rumah oleh bapaknya,  kemudian setelah setelah SMP mulai rutin menimba ilmu di PTM Cortesa yang di latih Bapak Edi Kurniadi sangat rajin dan mempunyai tekad yang kuat antara anak dan orangtuanya. Betapa tidak berhasilnya perjuangan yang dilakukan bapak Rahmat yang mengantarkan anaknya seminggu empat kali berlatih dari Rancakalong yang jauh ke tempat latihan di Kota Sumedang, menghabiskan waktu 45 menit di perjalanan kini mulai merasakan hasil jerih payahnya. Setelah pihak pelatih dari Cortesa dan Orangtua berdiskusi mengingat pada saat lulus SMP mau kemana arah tujuan pembinaan prestasi Wiwin yang mulai mampu bersaing di level Jawabarat, namun selalu terbentur oleh pengalaman bertanding yang kalah di bandingkan atlet dari kabupaten/kota lain yang lebih maju seperti Bandung dan Bekasi, membuat orangtua mulai mengikutsertakan Wiwin pada Kejuaraan level Nasional. Dan dari tiga pertandingan alhamdulillah menghasilkan prestasi juara III Kejuaraan Tenis Meja Se-Indonesia  ITB Open XIII 2011.

Ada satu hal yang mengganjal pihak pelatih dan orangtua ketika prestasi Wiwin meningkat dan sarana prasarana di Sumedang sudah tidak menunjang ditambah kompetisi pemain wanita di Sumedang sangat sedikit membuat Wiwin harus berlatih berkeliling dan menggunakan biaya dari orangtua, sedangkan yang lain sudah ada di club ataupun ada dalam jaminan pengcab PTMSI masing-masing. Melihat hal itu pelatih akhirnya menyarankan Wiwin untuk mengikuti seleksi PPLP di Jakarta. walaupun berat karena harus berpisah dengan orangtua tapi dia punya tekad yang kuat untuk berprestasi maka dia pun akhirnya mengikuti seleksi di PPLP Jakarta. Hasilnya sangat memuaskan semua yang daftar ke PPLP semuanya berhasil dikalahkan Wiwin bahkan atlet terbaik PPLP Jakarta berhasil di kalahkan. Hasil tes fisik pun dia paling unggul dari semu atlet tenis meja PPLP Jakarta.
Tahun pertama di PPLP dia menjadi andalan PPLP Jakarta, prestasi langsung didatangkan oleh Wiwin yang berasal dari Desa yang terpencil dengan Juara pertama O2SN Tingkat SMA Se-DKI Jakarta, Juara II Beregu Putri Junior Se-Indonesia dan yang paling berkesan menurut dia adalah ketika seleksi tim POPNAS di Jakarta dia berhasil masuk Tim dengan rangking ke empat dan itu pun hanya kalah oleh pemain yang sudah Training Center di China selama 6 bulan. Hal inilah yang membuat dia dilihat oleh pemerintah dan di ikut sertakan pada Tim yang bertanding pada event Cadet and Junior ITTF Open di Bangkok, Thailand 2013. Kejutan tidak sampai dengan hanya ikut sertanya Wiwin ke Thailand tetapi di ganda Putri junior wiwin berhasil memberikan medali perak kepada merah putih.
Kini perubahan status sosial mulai terasa ketika dia sudah masuk tim Nasional dan bahkan bisa menjadi juara di level internasional. Kasih sayang orang tua semakin terasa, dan keluarga besar mulai memandang dan memperhatikan jejak karirnya. Dia merasa bangga ketika menjadi sosok teladan yang bisa dibanggakan oleh keluarganya terutama di kampung halamanya, mulai banyak anak-anak SD yang ingin mengikuti jejak karirnya sebagai pemain tenis meja yang sukses. Ayahnya kini selalu mendapat tugas dari pihak UPTD Kecamatan Rancakalong untuk melatih anak SD untuk mengikuti O2SN yang diadakan kabupaten Sumedang.
Namun semua itu terjadi penuh perjuangan, ada rasa jenuh ketika target sudah mulai mentok dan program latihan tidak mampu menunjang bakatnya, pada saat itu titik jenuh sangat terasa dan peran pelatihlah yang membantu ketika bapak Edi Kurniadi sebagai pelatih di PTM Cortesa menyarankan dia untuk mengikuti seleksi PPLP di Jakarta. 
Tapi semua itu adalah pilihan karena sekarang dia berada dilingkungan atlet maka dia juga mulai mengerti arti profesionalisme. Dan dia ingin terus membuktikan bahwa dia bisa meraih prestasi yang tinggi selama kesempatan dan kepercayaan diberikan kepadanya, karena dulu ketika di Sumedang pemerintah kurang dan tidak peka terhadap atlet-atlet yang berpotensi. Dia ingin menginspirasi banyak orang bahwa dengan Olahraga terutama tenis meja bisa membuat orang menjadi sukes. “Tak pernah terbayang dalam pikiranya untuk bisa terbang ke Thailand tetapi nyatanya saya bisa kesana tanpa biaya dari orangtua, itu yang paling berkesan,”  ungkap Wiwin.

Minggu, 05 Mei 2013


SETIAWAN CUP II SUKSES DI GELAR DI KECAMATAN GANEAS

Sumedang kini benar-benar bangun dalam pembinaan tenis meja pelajarnya, setelah mendapat kabar bahwa Melinda Dwi Erwin anak dari ketua PTM Ranca Kalong Bapak Rahmat dari Ranca Kalong, Sumedang masuk pada Tim yang mengikuti kejuaraan di Thailand mewakili Indonesia, adik-adik angkatanya di Sumedang semakin terbuka wawasanya bahwa Sumedang bisa bersaing di level tinggi. Pelatih – Pelatih di PTM mulai terbuka untuk melibatkan Sekolah dalam pembinaanya, seperti PTM Buah Dua yang dilatih oleh Mas Bado memberikan anak didik terbaiknya untuk mengangkat nama SMP Assalam Buah Dua, Sedangkan Cortesa yang dilatih oleh Bapak Edi Kurniadi Memberikan Kesempatan untuk SMPN 4 Sumedang dan juga SMP 3 Cimalaka, dan dari PTM Giri Mukti yang mulai di rintis Ketua PTMSI ( Bapak H. Wahyu ) pun mengijinkan atletnya Membela SMPN 4 Sumedang.

Kedepan Kejuaraan Setiawan CUP diharapkan mampu menarik minat sekolah dalam membantu pembinaan atlet di PTM – PTM, karena selama ini orang tua yang selalu membina anaknya dari mulai saat belajar bahkan sampai mampu berprestasi pun masih harus tergantung orangtua, karena ini tujuan utama di adakanya kejuaraan ini, kata Sandi Setiawan saat diwawancarai.

Sponsor pun kini mulai banyak yang mendukung, Bapak Camat Ganeas memberikan tempat aulanya untuk dijadikan tempt bertanding, Bapak Kepala Desa Cikoneng Kulon pun turut mensponsori acara ini. Di tambah dari pihak Swasta ada Ferry Celluler, dan BARASAT ikut memeriahkan acara ini. Yang terpenting itu acara terkonsep dan nyata dilapangan, dulu orang bilang sangat susah mencari sosok orang yang mampu  mendukung Tenis meja di Sumedang, tapi Sekarang sudah terbukti dengan adanya event Setiawan Cup banyak pihak yang mendukung terlaksaanya pembinaan tenis meja yang terkonsep dan nyata. Bahkan Ketua Pelaksana mempunyai cita – cita bahwa kedepan Sumedang bukan Cuma “tahu” tapi sumedang punya tenis meja yang bisa dikembang untuk bersaing di level yang tinggi.
Jumlah peserta 36 putra dan 26 putri, Adapun para juara, Putra : Sansan (Cut Nyak Dien), Dika ( SMPN 4 Sumedang ), Teguh (SMPN 3 Cimalaka) , Yodi (Ranca Kalong). Putri Siska (Cut Nyak Dien), Yuni (Cut Nyak Dien), Rini (Cut Nyak Dien), Desi (SMPN 4 Sumedang).

Selasa, 23 April 2013

PERJALAN TENIS MEJA SUMEDANG


          Tenis meja Sumedang kini mulai membuahkan hasil, pembinaan yang dilakukan dengan sarana prasarana seadanya kini menuai hasilnya. Tahun 2001 dengan diawalinya pembentukan PTM - PTM yang mampu mewadahi minat dan bakat para anak dan remaja sumedang dalam cabang olahraga tenis meja, mulai ramai di bicarakan tenis meja yang menjadi olahraga populer di sumedang.

          Tahun 2001 Endang Sumarna, Eddi Kurniadi, Yanto, Jaka menjadi atlet binaan tenis meja sumedang yang masih menggunakan metode trial and error  atau coba - coba dari pengalaman yang di lihat dari kabupaten yang sdah maju. Tenis meja menjadi pembicaraan dari warga ke warga dengan di motori permainan yang menarik yang di miliki atlet tenis meja sumedang pada tahun itu. Sampai akhirnya Alm. Bapak Aceng Muslim  mendirikn PTM Cortesa. Dengan adanya PTM Cortesa sebagai wadah pembinaan tenis meja membuat Tegal Sari terkenal di wilayah Sumedang khususnya penggemar tenis meja. Namun pada waktu itu bingung karena terkendala dengan pelatih yang belum di punyai PTM Cortesa,sampai akhirnya Edi Kurniadi mulai merambah ke dunia kepalatihan tenis meja dan mempunyai lisensi resmi dari Pengda PTMSI jabar.

         Tahun 2003 hasil jerih payah pa edi mulai menularkan hasil, Ryan, Nana, Wulan, Dede, Elis, Fatyah, Sandi, Ivan, Ganjar, dan Andri mulai muncul membawa nama sumedang di jawabarat. Pembinaan yang di lakukan pada saat itu selalu membawa nama Sumedang untuk bertanding di kejuaraan Event Jawa Barat. Sampai presatasi terbaik muncul di katagori PORSENIDA tingkat Jabar SD pasangan ganda Sandi Setiawan/Ivan Hanafiah menjadi yang pertama membawa medali emas dan pasangan Elis D.A/Fatyah meraih medali perunggu untuk pembinaan yang di lakukan Bapak Edi Kurniadi yang terkenal dengan metode pendekatan kepada atlet dengan karakternya yang sangat menyenangkan membuat latihan berjalan santai, serius dan alhamdulillah sukses.

         Tahun 2004 PTM Cortesa Melebarkan sayapnya dengan merehab tempat latihan yang awalnya 2 meja dan sempit menjadi 3 meja dan menjadi sedikit lebih luas, hal ini mengundang semakin banyak minat masyarakat akan olahraga tenis meja di Sumedang. Jumlah anak pelajar yang berlatih semakin banyak, dan para penggemar tenis meja pun seakan bertumpuk di Cortesa di bawah binaan bapak Edi Kurniadi.
        Tahun 2011 pak Eddi melengkapi semua gelar di kelas pelajar, madali dari PORESNIDA, O2SN, POPWILDA, POPDA, baik di tingkat daerah maupun Nasional sudah terealisasikan. Bahkan di level kelas PEMULA, KADET, JUNIOR pun sudah banyak yang memperhitungkan. Sesuatu yang membanggakan bagi perjalanan tenis meja Sumedang yang sara prasarananya jauh dari kata layak untuk prestasi segemilang demikian. Sampai - Sampai banyak  orangtua yang berminat menitipkan anaknya untuk di bina tenis mejanya baik dari wilayah sumedang maupun luar sumedang di PTM Cortesa. Namun karena kurangnya fasilitas dan kurang pekanya dukungan pemerintah membuat semunya tidak bisa di tingkatkan pada tahap Profesional seperti PORDA dan PON.

          Namun Sekarang pembinaan di Sumedang telah mulai menyebar, ada PTM Cut Nyak Dien, PTM Conteq, PTM Buah Dua, PTM Ranca Kalong membuat tenis meja menjadi lebih berkembang di sumedang. Namun dengan demikian juga Pak Edi sebagai Pelatih yang semakin memahami peluang dan prestasi atletnya berpikir ke depan dan memutar pikiranya supaya atletnya bisa berkembang dan bisa terus bersaing di level nasional. Bahwa dengan sarana dan Prasarana yang ada di Sumedang Sangat Sulit untuk bersaing di level Nasional apalagi setelah masa SMA, karena pembinaan di daerh lain yang semakin berkembang da dilengkapi fasilitas yang kumplit membuat pak Edi merelakan atlet kesayanganya pindah ke daerah lain yang mampu memfasilitasi atletnya.


         Anggi Ginanjar atlet masa depan Sumedang menginjak kelas satu SMA pada tahun 2010 dia di boyong PTM Ancol Barat, dan prestasinya pun meningkat. Menjadi peraih Medali POPNAS di tim Jakarta, dan juga Tim peltda PON Bangka Belitung.

        Wiwit Witriami di boyong ke PPLP Jakarta pada 2011 untuk memperkuat tim Jakarta pada POPNAS dan Kejurnas di Bandung.
        Dan yang baru dan paling Fenomenal adalah Meilinda Dwi Erwin atau yang sering di sapa wiwin, di bina di cortesa sejak kelas 5 SD yang selalu di antar langsung oleh ayahnya tahun 2012 lalu lolos seleksi PPLP Jakarta, dan pada kelas satu Sma juga dia meniti karir di Jakarta sebagai atlet PPLP. Pada O2SN yang dilakukan di Jakarta Wiwin Menjadi Juara Pertama Se DKI Jakarta. Dan baru- baru ini ITTF merilis daftar tim yang ikut dalam kejuaraan Dunia di Thailand pada 4 Mei 2013 mendatang dimana nama Meilinda Dwi Erwin masuk Tim Indonesia. Suatu Prestasi yang sangat membahagiakan bagi insan tenis meja Sumedang.

       

Senin, 01 April 2013

SETIAWAN CUP II Siap di gelar


Kesehatan merupakan suatu anugrah yang Tuhan berikan kepada manusia yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Olahraga sebagai kunci utama dalam menjaga kesehatan menjadi hal yang sangat diperhatikan di negara-negara maju pada saat ini.  Pengembangan suatu cabang olahraga merupakan salah satu jalan dimana manusia bisa memperoleh hidup sehat dan juga mendapat banyak nilai-nilai lain yang terkandung didalamnya seperti sportifitas dan kerja keras.
Namun melihat kenyataan yang ada di daerah Sumedang Olahraga menjadi hal yang terlupakan, banyak pihak yang menuntut prestasi olahraga di Sumedang menjadi maju dan berkembang namun tidak ada langkah nyata yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta terhadap perkembangan olahraga di Sumedang. Pembinaan baik itu di usia dini, remaja bahkan senior selalu bersifat dadakan. Ini sangat bertentangan dengan prinsip Teori Latihan Olahraga bahwa untuk mencapai suatu prestasi puncak harus ada perencanaan program latihan yang jelas dan di tunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk bersaing dengan daerah lain.
Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang mempunyai prospek yang cerah untuk kemajukan olahraga prestasi Sumedang namun terhambatnya proses  pembinaan tenis meja membuat tenis meja Sumedang hanya mampu berbicara di level pelajar, dan itu pun semakin berkurang dengan tidak adanya pembinaan dan kompetisi di sumedang yang berkesinambungan.
Animo masyarakat terhadap olahraga tenis meja sangat besar, ini terbukti dengan selalu adanya cabang olahraga tenis meja pada kegiatan ( O2SN ) Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, POPDA ( Pekan Olahraga Pelajar Daerah), dan Porda           ( Pekan Olahraga Daerah) membuktikan bahwa Olahraga tenis meja sangat menarik minat masyarakat. Animo itu harus diimbangi dengan pembinaan yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang terlibat dalam cabang olahraga tenis meja  di Kabupaten Sumedang.
Salah satu sarana pengembangan sumber daya manusia adalah dengan diadakan kegiatan kejuaraan tenis meja pelajar . selain sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia, hal tersebut juga bisa dijadikan alternatif media pembinaan yang berkelanjutan untuk mempersiapkan atlet tenis meja yang siap membawa nama baik Kabupaten Sumedang di Provinsi Jawa Barat.
Untuk itulah kami Komunitas Tenis Meja Insun Medal siap untuk mengadakan Kejuaraan Tenis Meja Pelajar Setiawan Cup II pada tangal 5 Mei 2013 di SD Negeri Cikoneng.

Kamis, 03 Januari 2013

GELIAT TENIS MEJA SUMEDANG



Tenis meja Sumedang kini mulai menggeliat kembali, pembinaan usia pelajar yang hampir tidak terdengar kini  mulai bangkit kembali. Adalah Sandi Setiawan mantan atlet pelajar yang selalu jadi andalan Kabupaten Sumedang pada event PORSENI, O2SN, dan POPDA yang kini menimba ilmu di jurusan Kepelatihan Olahraga,UPI Bandung. Menyelenggarakan Kejuaraan Tenis Meja Pelajar U-15 Se-Kabupaten Sumedang “SETIAWAN CUP 2012”. Tema dari Kejuaraan ini adalah Konsolidasi Pembinaan Tenis Meja Sumedang. “Saya harap dengan adanya kejuaraan ini pengurus PTMSI Sumedang mulai memperhatikan pembinaan anak-anak secara sistematis”, ungkap Sandi sebagai ketua pelaksana SETIAWAN CUP. Sumedang punya potensi untuk perkembangan tenis meja namun tidak ada dukungan sarana dan prasarana membuat anak-anak jenuh dan stagnan, lanjutnya.
Adapun hasil Kejuaraan Tenis Meja Pelajar U-15 Se-Kabupaten Sumedang “SETIAWAN CUP 2012” : Kategori pelajar Putra, Juara I  Sansan ( Cut Nyak Dien ), Juara II Dika ( EKTM Raspati 4 Sumedang ), Juara III Ramandha ( EKTM Raspati 4 Sumedang ), Juara IV Denis ( Cut Nyak Dien ), Kategori Pelajar Putri Juara I Ayu ( Buah Dua ),Juara II Yuni ( Cut Nyak Dien ), Juara III Desi ( EKTM Raspati 4 Sumedang ), Juara IV Siska ( EKTM Raspati 4 Sumedang ).

Senin, 19 November 2012

OLAHRAGA PENUH MISTIS

Sungguh kalian akan tercengang dan ingin kembali pulang ketika kalau kita ingin tampil dalam suatu pertandingan bahkan event resmi,,tapi apa yang pengurus tanyakan targetnya apa????ya kalau yang normal pasti dalam hatinya ragu untuk menyebutkan terget melihat lawan yang akan dihadapi dan melihat sarana prasarana yang digunakan saat kita latihan.
Itu pengalaman orang yang tidak tahu apa arti olahraga prestasi yang  "ditipu" oleh PENGURUSnya. karena olahraga prestasi itu bukan hal yang instans di dapat banyak faktor yang harus diperhitungkan, sarana prasarana, program latihan, mental dan masih banyak faktor lainya. Tapi pengurus hanya datang ketika ada perlunya saja,,katakanlah itu proyek di negeri ini. Datang pun bukan menanyakan bagaimana latihanya dan apa keluhanya, tapi malah langsung targetnya apa????sakit ini pengurus...
Dulu emang begitu tapi sekarang kalau ada yang datang dan nanya begitu jawab aja apa yang udah ANDA berikan pada cabor ini???sarana apa yang anda berikan???apa sudah sama dengan standar pertandingan???apa ANDA mendukung dalam Program latihan????liat bung yang lain juga yang juara itu bagaimana caranya...ga ada yang juara ga latihan pake MISTIS langsung juara...INGAT PERJUANGAN DAN DOA...
alasanya dana APBD tidak ada...benarkah demikian????kalau emang tidak ada kenapa yang korupsi makin banyak????atau uang olahraga dimakan juga???jangan bilang uang tidak ada karena birokrasi kita emang harus bisa2 membuat program yang bisa mencairkan anggaran.
semoga ini menjadi buat pembaca yang mengalami nasib keterpurukan di olahraga.Bangkitkan semangat sportivitas dan fairplay yang menjadi patokan dalam jiwa olahragawan. Kalian yang bersemangat tidak salah,,lanjutkan semangat kalian. karena kita terlanjur dilahirkan di kalangan yang penuh Mistis.