SUMEDANG BANGKIT
Tim Pelajar 2013
Sabtu, 11 Agustus 2012
YANG HILANG DI TENIS MEJA JABAR
Saat ini banyak orang di jawabarat yang merasa berperan penting dalam memajukan tenismeja jawa barat, namun mari kita lihat sejauh mana yang mereka katakan memajukan tenis meja Jawa Barat.
pertama oknum yang merasa paling membawa kemajuan di tenismeja jawabarat adalah para penggiat di PTM-PTM yang ada di Jawabarat, ketika mereka mengatakan demikian padahal di belakangnya anak asuhnya atau atletnya berlatih berkeliling di tempat-tempat yang bukan hanya di PTMnya. ini ironis karena pihak PTM hanya merasa bangga ketika klubnya menjuarai sebuah event tanpa mengetahui bagaimana cara melatih dan sejauh mana atlet itu mengalami kemajuan. sungguh Ironis bukan ketika atlet ungulan bahkan sampe pemula dijadikan ajang pembelian pemain yang tidak mendidik secara moral. bahkan ketika pemilik PTM itu berniat untuk memndidik karakter atlenya namun karena wadah yang dimilikinya kurang cukup dan membiarkan atlet berkeliaran begitu saja membuat atlet curi-curi kesempatan di tengah kacaunya pergaulan yang ada di daerah jawabarat di tambah uang yang berlimpah yang didapat dari hasil sebuah event ataupun sebuah pemberian dari hasil udar ider ke berbagai PTM.
Kedua pihak penyelenggara pertandingan yang merasa event yang diadakan membuat pembinaan atlet jawabarat membuat maju pertenismejaan JABAR, namun kenyataanya sama keterbatasan dari pihak terkait membuat patah semnagt atlet yang kemampuanya dikatakan mengambang. Belum lagi masalh pencurian umur yang tak pernah ada perbaikan dari tahun ke tahun. mau dibawa kemana kejuaraan ini dan apa dampak dari kejuaraan ini yang belum terpikirkan oleh pihak penyelenggara.
OKELAH semuanya ini sangat baik dan merupakan sebuah usaha, tapi BELUM ADANYA YANG MEMIKIRKAN MEMBUAT WADAH PENJARINGAN ATLET TENIS MEJA JAWABARAT UNTUK MELAKUKAN TRAINING CENTER YANG BERFOKUS DISATU TEMPAT membuat atlet yang ada berburu mencari pundi-pundi uang kesana kemari selagi ada bos bos yang memberi mereka sesuap nasi. Ironis sekali karena pendidikan karakter yang berjiwa sportif dan fair pay hampir terlupakan.
Dulu mendengar cerita senior-seniot yang ada tenis meja jawabarat sangat di segani provisnsi lain, kita dengar nama ANTON SUSENO orang Indramayu katanya tapi saya belum ketemu, ASEP AJIDULSALEH dari Gani Arta, AGUS SANTO, terus jaman anak-anak NHI dan GANI ARTA menjadi nama PTM yang disegani dengan berbagai seleksi untuk masuk tim PTM tersebut, dan menjadi kebanggaan untuk masuk kesana, namun kini itu sudah menjadi kenangan manis yang sangat kita rindukan, bahkan PPLP tenis meja pun sudah tidak ada lagi. Kini tinggal PTM-PTM yang pemainya hampir itu-itu saja.
rindukah kita pada sistem pembinaan yang tertulis dan nyata terlihat di sebuah PTM????
SEMOGA INI MENJADI MOTIVASI BAGI PARA PEMBACA APALAGI YANG PUNYA DANA UNTUK PENGEMBANGAN TENISMEJA BAHWA YANG HILANG ADALAH PEMBINAAN YANG DULU PERNAH DIRASAKAN PEMAIN SENIOR YANG SUKSES DI JAMANYA PADA SUATU TEMPAT TIM PELATIH YANG SOLID DAN MANAJEMEN YANG PROFESIOANAL.
AYO BANGKIT SAHABAT TENIS MEJA
Rabu, 18 Juli 2012
Olahraga di Mata Indonesia
Sangat disayangkan, di negeri ini olah raga kurang mendapatkan prioritas yang menjanjikan,sehingga meski minat anak bangsa ini besar namun kepedulian pemerintah masih rendah, sehingga honor untuk orang-orang di bidang olahraga belum semua diperhatikan serius, seandainya pemerintah memperhatikan semua bidang olah raga dan di hargai seperti di luar negeri, tentu saja akan menambah aset yang begitu besar untuk masyarakat pada umumnya.
Tidak ada perhatian terhadap pelatihan yang profesional membuat para pelatih kebingungan mengembangkan ilmunya, bahkan kini pelatih terbaik Indonesia banyak yang mengembangkan ilmu kepelatihanya di negara lain, contoh di Bulutangkis. Ini berbeda dengan Cina yang Olahraganya berkembang pesat, bahkan untuk penelitian untuk pendidikan dan parameter pun Cina merahasiakan ilmu kepelatihan dan data kondisi fisik atletnya saat latihan. Belum lagi dunia Biomekanika Olahraga yang menjadi acuan utama efesien teknik dengan berbagai perkembanganya Indonesia sangat jauh tertinggal dari negara-negara lain yang menyikapi Olahraga dengan serius.
Sebenarnya banyak aspek yang menjadi keuntungan mengembangkan Olahraga diantaranya, bisnis dan entertaining yang mendidik bangsa. Banyak atlet dan pelatih yang menjadi model iklan bahkan "gosip" atau isu atlet diluar negeri lebih ramai dibicarakan diluar sana beda dengan di Indonesia yang lebih ramai membicarakan gosip-gosip murahan dan komentar-komentar pedas terhadap pemerintahan namun tanpa ada solusi yang baik dari para komentator. SUNGGUH IRONIS.
Bangsa ini sangat berharap jangan sepelekan bidang tersebut, yang mana akan membawa kemakmuran bila dikelola dengan baik, dan tidak membedakan si kaya dan si miskin, saya melihat di bidang olah raga tertentu yang masih terlihat banyak etnis-etnis tertentu yang dapat masuk ke sana. Sangat di sayangkan para pencari bakat, seharusnya di sekolah-sekolah masih banyak memiliki bakat terpemdam, namun yang dicari hanya tempat-tempat khusus, boleh dikatakan sekolah olahraga, seharusnya pencarian bakat dapat lewat sekolah-sekolah pada umumnya.
Kedepannya pasti akan lebih banyak anak-anak bangsa yang bermunculan, bukan malah import dari luar negeri, sangat ironis pemikiran para pembuat keputusan yang salah, padahal anak-anak bangsa masih banyak yang jauh lebih baik andai dididik dan di biayai, bukan hanya orang-orang kaya saja yang tampil. Coba renungkan dan amati sebagaimana saya utarakan. Rasa Nasionalisme yang masih kurang sehingga anak-anak bangsa di nomor duakan, ibarat hanya sebagai kacung ataupun penonton saja.
Tidak ada perhatian terhadap pelatihan yang profesional membuat para pelatih kebingungan mengembangkan ilmunya, bahkan kini pelatih terbaik Indonesia banyak yang mengembangkan ilmu kepelatihanya di negara lain, contoh di Bulutangkis. Ini berbeda dengan Cina yang Olahraganya berkembang pesat, bahkan untuk penelitian untuk pendidikan dan parameter pun Cina merahasiakan ilmu kepelatihan dan data kondisi fisik atletnya saat latihan. Belum lagi dunia Biomekanika Olahraga yang menjadi acuan utama efesien teknik dengan berbagai perkembanganya Indonesia sangat jauh tertinggal dari negara-negara lain yang menyikapi Olahraga dengan serius.
Sebenarnya banyak aspek yang menjadi keuntungan mengembangkan Olahraga diantaranya, bisnis dan entertaining yang mendidik bangsa. Banyak atlet dan pelatih yang menjadi model iklan bahkan "gosip" atau isu atlet diluar negeri lebih ramai dibicarakan diluar sana beda dengan di Indonesia yang lebih ramai membicarakan gosip-gosip murahan dan komentar-komentar pedas terhadap pemerintahan namun tanpa ada solusi yang baik dari para komentator. SUNGGUH IRONIS.
Bangsa ini sangat berharap jangan sepelekan bidang tersebut, yang mana akan membawa kemakmuran bila dikelola dengan baik, dan tidak membedakan si kaya dan si miskin, saya melihat di bidang olah raga tertentu yang masih terlihat banyak etnis-etnis tertentu yang dapat masuk ke sana. Sangat di sayangkan para pencari bakat, seharusnya di sekolah-sekolah masih banyak memiliki bakat terpemdam, namun yang dicari hanya tempat-tempat khusus, boleh dikatakan sekolah olahraga, seharusnya pencarian bakat dapat lewat sekolah-sekolah pada umumnya.
Kedepannya pasti akan lebih banyak anak-anak bangsa yang bermunculan, bukan malah import dari luar negeri, sangat ironis pemikiran para pembuat keputusan yang salah, padahal anak-anak bangsa masih banyak yang jauh lebih baik andai dididik dan di biayai, bukan hanya orang-orang kaya saja yang tampil. Coba renungkan dan amati sebagaimana saya utarakan. Rasa Nasionalisme yang masih kurang sehingga anak-anak bangsa di nomor duakan, ibarat hanya sebagai kacung ataupun penonton saja.
Selasa, 17 Juli 2012
TENIS MEJA YANG TERLUPAKAN
Aspek dalam penentuan olahraga prestasi terbagi menjadi empat aspek yaitu: fisik, teknik taktik dan mental. Banyaknya sekolah tenis meja yang berkembang di Indonesia sangat cenderung dengan "proyek karbitan". Tuntutan terhadap pelatih dari KONI dan tuntutan terhadap prestasi olahraga daerah sangat terdesak dengan biaya dari pemerintah itu sendiri yang mengakibatkan sangat banyaknya proyek karbitan di dunia olahraga tenis meja saat ini.
Mari kita evaluasi dunia tenis meja yang ada sekarang ini, banyak pelatih yang memiliki kharisma di Indonesia yang kalau diberi kesempatan lebih untuk menata tenis meja Indonesia akan sangat baik. Namun kenyataanya pelatih bagus cenderung dengan pelatih yang mata duitan,benarkah demikian??? Ini sebuah pernyataan yang ironis untuk dijawab di tengah melorotnya prestasi olahraga tenis meja yang sempat mencapai top performa di era Anton Suseno pada tahun 90an namanya mencuat dan terkenal hingga daratan eropa. Kemampuan bertahan yang baik di tunjang dengan fisik yang baik menjadikan pemain asal Indramayu ini di segani oleh lawan-lawan di kawasan Asia Tenggara. Kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap pelatih-pelatih atlet usia dini membuat pelatih mencari sesuap nasi tanpa memperdulikan kualitas yang dia berikan kepada atletnya.Sangat sulit mencari pelatih yang memberikan materi yang baik dengan biaya yang pas-pasan. Ini dimaklumi karena untuk jadi pelatih yang baik itu perlu ilmu yang tinggi. Namun paradigma Pemerintah Indonesia saat ini beranggapan kalau pelatih itu gampang dan mantan atlet akan menjadi pelatih yang baik. Kenyataanya tidak demikian seorang pelatih harus memiliki wawasan yang luas, harus mempunyai perencanaan program latihan yang jelas dan yang paling penting adalah jiwa yang mengerti akan kondisi atletnya, karena pelatih yang baik adalah pelatih yang bisa mengasah kemampuan yang dimiliki atletnya dan meminimalisisr kekurangan atletnya, bukan membentuk atlet menjadi seperti dirinya.
Kembali pada pokok pembahasan yaitu banyaknya aspek yang terlupakan pada pembinaan usia dini membuat tenis meja Indonesia sulit untuk berkembang, di tambah lagi pengelolaan tentang pencurian umur membuat geliat tenis meja kurang terlihat. Pada dasarnya setiap pembinaan di Sekolah tenis meja memberikan keempat aspek fisik, teknik, taktik dan mental, namun pada kenyataanya aspek mental sangat sering sekali dilupakan, banyak pelatih yang mengabaikan tentang pentingnya belajar mental. Sebenarnya mental sangat mempengaruhi kemajuan perkembangan anak. Rasa disiplin, saling menghargai, dan bekerja keras sangat wajib diajarkan pada setiap atlet yang dibina di sekolah tenis meja. Mental merupakan hal kecil yang sering terlupakan namun peran mental sangat besar yang bisa menentukan perkembangan atlet kedepanya.
Terkait kondisi fisik di tenis meja sangat jarang pelatih yang mengetahui tentang bagaimana sebenarnya aspek-aspek fisik yang penting di tenis meja. Ini dimaklumi karena keunikan tenis meja yang memiliki banyak acuan yang bervariasi membuat pelatih awam sulit menentukan program pelatihan kondisi fisik. Padahal yang menjadi fondasi utama permainan tenis meja adalah fisik, teknik yang sangat baik sekali pun tidak akan bisa berjalan tanpa di topang fisik yang kuat. Proses karbitan juga terjadi di program fisik, aspek fleksibilitas sangat jarang sekali terlihat. Kelenturan yang dimiliki atlet-atlet di Indonesia sangat kurang, terlihat dari pergelangan tangan dalam pengambilan servis terlihat jelas bagaimana perbedaan kelenturan antara atlet dunia dan atlet nasional kita.
SEDIKIT SOLUSI atau MASUKAN
Tenis meja adalah olahraga permainan dimana aspek fisik sebagai fondasi yang akan menunjang teknik, dan ketika kedua aspek itu dapat dikuasai maka taktik pun bisa untuk digunakan untuk mencapai tujuan atau prestasi.Namun ketika ketiga aspek itu sama dengan lawan maka faktor mental yang akan menentukan prestasi yang dicapai atlet. Keempat komponen ini harus diberikan disetiap kali latihan karena tenismeja perlu pemikiran yang cerdas dan juga efesiensi gerak harus se efektif mungkin.
Dan jangan lupa Fisik yang terdiri dari Fleksibilitas, kecepatan, kekuatan dan daya tahan harus dipahami betul dalam pemberiaan latihan. Gunakan metode yang pas untuk membuat suasana minimal seperti saat pertandingan dan seharusnya latihan harus dua kali lipat intensitasnya dengan intensitas yang terjadi pada saat pertandingan. gunakan simulasi yang tepat dan dari simulasi juga kita menentukan parameter untuk diberika pada atlet...
Semoga bermanfaat dan maju terus tenis meja Indonesia
Mari kita evaluasi dunia tenis meja yang ada sekarang ini, banyak pelatih yang memiliki kharisma di Indonesia yang kalau diberi kesempatan lebih untuk menata tenis meja Indonesia akan sangat baik. Namun kenyataanya pelatih bagus cenderung dengan pelatih yang mata duitan,benarkah demikian??? Ini sebuah pernyataan yang ironis untuk dijawab di tengah melorotnya prestasi olahraga tenis meja yang sempat mencapai top performa di era Anton Suseno pada tahun 90an namanya mencuat dan terkenal hingga daratan eropa. Kemampuan bertahan yang baik di tunjang dengan fisik yang baik menjadikan pemain asal Indramayu ini di segani oleh lawan-lawan di kawasan Asia Tenggara. Kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap pelatih-pelatih atlet usia dini membuat pelatih mencari sesuap nasi tanpa memperdulikan kualitas yang dia berikan kepada atletnya.Sangat sulit mencari pelatih yang memberikan materi yang baik dengan biaya yang pas-pasan. Ini dimaklumi karena untuk jadi pelatih yang baik itu perlu ilmu yang tinggi. Namun paradigma Pemerintah Indonesia saat ini beranggapan kalau pelatih itu gampang dan mantan atlet akan menjadi pelatih yang baik. Kenyataanya tidak demikian seorang pelatih harus memiliki wawasan yang luas, harus mempunyai perencanaan program latihan yang jelas dan yang paling penting adalah jiwa yang mengerti akan kondisi atletnya, karena pelatih yang baik adalah pelatih yang bisa mengasah kemampuan yang dimiliki atletnya dan meminimalisisr kekurangan atletnya, bukan membentuk atlet menjadi seperti dirinya.
Kembali pada pokok pembahasan yaitu banyaknya aspek yang terlupakan pada pembinaan usia dini membuat tenis meja Indonesia sulit untuk berkembang, di tambah lagi pengelolaan tentang pencurian umur membuat geliat tenis meja kurang terlihat. Pada dasarnya setiap pembinaan di Sekolah tenis meja memberikan keempat aspek fisik, teknik, taktik dan mental, namun pada kenyataanya aspek mental sangat sering sekali dilupakan, banyak pelatih yang mengabaikan tentang pentingnya belajar mental. Sebenarnya mental sangat mempengaruhi kemajuan perkembangan anak. Rasa disiplin, saling menghargai, dan bekerja keras sangat wajib diajarkan pada setiap atlet yang dibina di sekolah tenis meja. Mental merupakan hal kecil yang sering terlupakan namun peran mental sangat besar yang bisa menentukan perkembangan atlet kedepanya.
Terkait kondisi fisik di tenis meja sangat jarang pelatih yang mengetahui tentang bagaimana sebenarnya aspek-aspek fisik yang penting di tenis meja. Ini dimaklumi karena keunikan tenis meja yang memiliki banyak acuan yang bervariasi membuat pelatih awam sulit menentukan program pelatihan kondisi fisik. Padahal yang menjadi fondasi utama permainan tenis meja adalah fisik, teknik yang sangat baik sekali pun tidak akan bisa berjalan tanpa di topang fisik yang kuat. Proses karbitan juga terjadi di program fisik, aspek fleksibilitas sangat jarang sekali terlihat. Kelenturan yang dimiliki atlet-atlet di Indonesia sangat kurang, terlihat dari pergelangan tangan dalam pengambilan servis terlihat jelas bagaimana perbedaan kelenturan antara atlet dunia dan atlet nasional kita.
SEDIKIT SOLUSI atau MASUKAN
Tenis meja adalah olahraga permainan dimana aspek fisik sebagai fondasi yang akan menunjang teknik, dan ketika kedua aspek itu dapat dikuasai maka taktik pun bisa untuk digunakan untuk mencapai tujuan atau prestasi.Namun ketika ketiga aspek itu sama dengan lawan maka faktor mental yang akan menentukan prestasi yang dicapai atlet. Keempat komponen ini harus diberikan disetiap kali latihan karena tenismeja perlu pemikiran yang cerdas dan juga efesiensi gerak harus se efektif mungkin.
Dan jangan lupa Fisik yang terdiri dari Fleksibilitas, kecepatan, kekuatan dan daya tahan harus dipahami betul dalam pemberiaan latihan. Gunakan metode yang pas untuk membuat suasana minimal seperti saat pertandingan dan seharusnya latihan harus dua kali lipat intensitasnya dengan intensitas yang terjadi pada saat pertandingan. gunakan simulasi yang tepat dan dari simulasi juga kita menentukan parameter untuk diberika pada atlet...
Semoga bermanfaat dan maju terus tenis meja Indonesia
Senin, 04 Juni 2012
Legenda "Bun Keng" Tahu Sumedang
Legenda "Bun Keng" Tahu Sumedang |
Tahukah kita asal usul Tahu Sumedang? Dari data historis, terungkap pengrajin tahu pada awalnya dirintis sejak abad ke 20-an. Konon ini berkaitan dengan “Perjalanan” orang yang bernama Ong Kino, sebagai imigran China ke Sumedang tahun 1900.
Menurut Ong Yoe Kim (71), tokoh tahu Sumedang. Kata “Tahu” itu berasal dari China yakni “Tao Hu” yang maknanya (Tao=Kacang, Hu=Lumat) atau sebagian orang cina menyebut “Tahu” sebagai daging tak bertulang.
Adapun Ong Kino adalah ayah kandung Ong Bun Keng, lelaki asal negeri China itu terinspirasi membuat tahu berbahan baku kedelai, karena kecintaan istrinya terhadap tahu. Sebagai “cikal bakal” tahu Sumedang, maka Ong Kino membuat tahunya dengan bahan baku kedelai lurik mirip telor puyuh. Kedelai itu merupakan jenis kedelai langka untuk ukuran sekarang. Awalnya tahu yang dibuat itu berukuran besar dan tebal. Lalu disiasatilah oleh Ong Kino dengan cara membagi tahu itu menjadi empat bagian supaya ukurannya tak terlalu besar. Selanjutnya Ong Kino memberi garam ke potongan tahu yang sudah berbentuk persegi itu.
Senada yang dikemukakan Ong Ce Ciang yang lebih suka dipanggil Suryadi (42),cucu dari Ong Bunkeng. “Tadinya mencoba mengolah Tahu itu untuk konsumsi keluarga sehari-hari, tapi karena banyak teman-teman kakeknya yang datang kerumah dan sering mencicipi tahu buatannya, maka di buatlah yang banyak sambil terpikir kenapa tidak di jual sajah ke masyarakat yang luas.
Pada sekitar tahun 1900, tahu cina ukuran kecil yang dirintis oleh Ong kino mulai di pasarkan oleh anaknya Ong Bun keng. Tahu buatan tahun 1917 itu merupakan cikal bakal harumnya nama tahu Sumedang. Usaha tahunya semakin maju sejak di kelola Ong Bun Keng di jalan 11 april 53 Tegalkalong, yang lebih dikenal dengan sebutan “Tahu Bun keng”.
Ketika dalam Sumedang pangeran soeriatmadja atau dalam mekah yang akan prgi ke daeraah Situraja mampir mencicipi Tahu buatan Ong bun keng, ternyata lezat dan gurih itu diapun berkata”Geuning ngeunah ieu kadaharan teh, moal burung payu geura (lezat dan enak makanan inih, pasti akan laku)”.
Ucapan pangeran itu mendongkar semangatnya untuk mengembangkan usaha yang lebih propesional, dan ternyata yang tahu bun keng yang awalnya hanya dikerjakan oleh keluarga, kini bisa menyerap tenaga kerja warga sekitar yang jumlahnya mencapai 30 orang.
Dan sejak tahun 1950, nama Bun keng Tahu makin berkembang dan kian banyak menyukainya sehingga kini sudah buka cabang di jln.M.Abdurahman No.50 dan 155 serta di jln. Prabu Gajah Agung ujar suryadi(Ong ce Ciang). Cucu ong bun keng keturnan ke-empat itulah yangsekarang di percaya untuk mengelola tahu bun keng. Meskipun cukup sukses mengolah usaha tahunya, suryadi berharap bisa bermitra dengan pengusaha tahu lainnya.
|
STRATEGI DAN PROGRAM KONI, SEMANGAT OLAHRAGA INDONESIA
Strategi dan Program
STRATEGI:
PENGUATAN FUNGSI ORGANISASI KONI PUSAT DAN KONI PROVINSI, SERTA PENGURUS BESAR DAN PENGURUS PUSAT INDUK CABANG OLAH RAGA.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA DARI SEMUA UNSUR, BAIK PELATIH, MANAJER, ATLET, MAUPUN STAF, DAN MENGOPTIMALKAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA GUNA MENINGKATKAN PRESTASI ATLET, KINERJA PELATIH DAN MANAGER.
MELAKUKAN REKRUTMENT DAN PEMBINAAN ATLET SECARA BERTINGKAT DAN BERKELANJUTAN, MELALUI PROGRAM STRATEGIS PRIMA, MULAI DARI ATLET PRATAMA SAMPAI ATLET MUDA DAN UTAMA, DENGAN PENERAPAN SPORT SCIENCE & TECHNOLOGY, SERTA MEMBANGUN KARAKTER OLAHRAGAWAN YANG MELIPUTI ATLET, PELATIH, MANAJER DAN STAF KONI DAN KONI PROVINSI, GUNA MENCAPAI PRESTASI OLAHRAGA DI TINGKAT DAERAH, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL.
MENDORONG KERJASAMA ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH UNTUK MENDUKUNG SINERGITAS KEOLAHRAGAAN NASIONAL, TERMASUK DENGAN LEMBAGA-LEMBAGA KEOLAHRAGAAN DARI NEGARA-NEGARA SAHABAT.
PROGRAM:
MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN KEMENEGPORA, KEMENDIKNAS, KEMENBUMN, KEMENKOKESRA, KEMENPU, PEMDA (PROPINSI, KABUPATEN DAN KOTA), KOI, KOMI, KONIDA DAN PB/PP SERTA LEMBAGA PENDIDIKAN (UNIVERSITAS, AKADEMI DAN SEKOLAH2 OLAHRAGA ) SERTA PERUSAHAAN2 SWASTA BERUPA MOU DI BIDANG ANGGARAN, INFRASTRUKTUR, PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN SOSIAL ATLET.
MEMBINA ORGANISASI KONI DAN KONI PROVINSI DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERAN DAN FUNGSI ORGANISASI DALAM REKRUTMEN SERTA PEMBINAAN ATLET DI DAERAH DAN MENGEFEKTIFKAN FUNGSI PPLP DAN PPLM, SERTA CLUB-CLUB OLAHRAGA DENGAN MEMBENTUK SATUAN PELAKSANA PROGRAM INDONESIA EMAS DAERAH, SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENDALA AKADEMIS BAGI ATLET YANG MASIH DUDUK DI BANGKU SEKOLAH DAN BAGI ATLET YANG BEKERJA SEBAGAI PROFESIONAL.
MENGOPTIMALKAN PEMANFAATAN FUNGSI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA DI TINGKAT DAERAH MAUPUN PUSAT, SERTA FASILITAS OLAHRAGA TNI DAN POLRI, GUNA MENINGKATKAN PRESTASI ATLET DAERAH DAN ATLET ANDALAN NASIONAL. INIPUN SEBAGAI SUATU TEROBOSAN, GUNA MENGATASI KENDALA TERUTAMA DI DAERAH DIHADAPKAN KEPADA SEGALA KETERBATASAN STAKE HOLDER OLAHRAGA DI DAERAH.
MENGOPTIMALKAN PROGRAM SERTIFIKASI PELATIH DAN WASIT, MELALUI KURSUS-KURSUS PENDIDIKAN DAN KEPELATIHAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR NEGERI.
MENGOPTIMALKAN PROGRAM BEASISWA UNTUK ATLET DAN PELATIH, SERTA STAF KONI DAN KONI PROVINSI SERTA SATLAK PRIMADA. PROGRAM INI ADALAH BENTUK REWARD YANG HARUS KITA BERIKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN KESEJAHTERAAN BAGI MEREKA YANG BERPRESTASI.
MENGOPTIMALKAN PROGRAM PEMBINAAN CABANG OLAHRAGA PRESTASI DI MASING- MASING DAERAH, YANG LEBIH DI FOKUSKAN DENGAN MENENTUKAN SENTRA- SENTRA KEUNGGULAN SETIAP CABOR MELALUI KEJUARAAN-KEJUARAAN ANTAR WILAYAH (PORWIL) DENGAN PENDEKATAN SPORT SCIENCE AND TECHNOLOGY. PROGRAM INI HARUS KITA WUJUDKAN SECARA OPTIMAL BILA KITA INGIN MEMILIKI KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN KEUNGGULAN KOMPERATIF DALAM PERCATURAN OLAHRAGA INTERNASIONAL.
KEUNGGULAN TENIS MEJA
- Kelihatannya biasa, tapi tenis
meja olahraga istimewa. Bisa sebagai terapi tambahan, bisa pula
memperbaiki kinerja kita dalam kehidupan sehari-hari. Yang pasti tenis
meja merupakan cabang olahraga yang cukup efektif dalam menghasilkan
keringat. Dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO. menjelaskannya dalam
tulisan berikut.
Dibandingkan dengan yang lainnya, tenis meja
memiliki beberapa keunggulan. Cabang olahraga ini mempunyai peran sangat
penting dalam bidang rehabilitasi. Ia merupakan terapi rekreasi yang tak ternilai
harganya untuk penyandang cacat fisik seperti polio, paraplegia, hemiplegia,
ampute (bagian badannya ada yang diamputasi), radang sendi, dan lain-lain.
Bahkan, pun untuk penderita penyakit mental. Karena itu, dewasa ini di semua
instansi perawatan penyakit mental negara-negara maju, tenis meja digunakan
sebagai olahraga untuk terapi tambahan.
Sebagai olahraga pendukung, permainan
"tenis" di meja kecil ini bisa pula membantu memantapkan kondisi
untuk olahraga lain. Belum disebut pula perannya yang sangat berarti untuk
meredakan ketegangan atlet olahraga lain saat musim kompetisi seperti atlet
catur dan bridge. Bahkan kalau Anda memiliki anggota keluarga yang sudah lanjut
usia, tenis meja juga bagus untuk mereka. Semua itu, oleh karena tenis meja
mempunyai pengaruh pemantapan kondisi.
Secara fisologis saja, olahraga ini sudah
memberi keuntungan kepada para pemainnya. Pada waktu melakukannya, segala
penyimpangan masalah kesehatan dan tekanan kehidupan sehari-hari akan
berkurang. Dari penelitian-penelitian tampak bahwa setelah berolahraga mereka
menjadi lebih segar bugar.
Jangan pula dikira, respons yang otomatis dan
sangat cepat dalam permainan tens meja tidak memberikan keuntungan dalam
kehidupan sehari-hari. Seorang atlet tenis meja cenderung memiliki reaksi lebih
cepat dalam keadaan gawat mendadak.
Paling Cepat
- Sifat pingpong sangat
individualistik. Pun ia merupakan cabang olahraga yang ekspresif dan
temperamental. Untung saja, karena bukan tergolong olahraga kontak, cedera
jarang terjadi.
Cedera akut, subakut, dan kronis terutama
terjadi pada lengan yang digunakan untuk main, dan tungkai atau kaki, meski
yang terakhir ini lebih jarang. Seperti halnya olahraga lain, sesekali jatuh
dapat pula terjadi.
Yang sering justru cedera ringan macam lepuh (blister)
dan kejang. Blister alias lepuh paling sering terjadi pada tangan
dan jari yang memegang bat, akibat tekanan langsung secara konstan. Namun, ukuran sepatu
yang kurang tepat atau kaus kaki yang melipat sehingga menimbulkan gesekan
terus menerus pada telapak kaki, juga bisa menghasilkan lepuh pada kaki.
Kejang pada otot-otot bisa muncul karena
kehilangan garam akibat keringat mengucur berlebihan, terlalu panas, penggunaan
otot berlebihan, peregangan berlebihan, dan kelelahan berlebihan (over
fatigue). Meski, kejang bisa pula disebabkan oleh makanan atau gangguan
peredaran darah setempat pada bagian badan tertentu (misalnya sepatu terlalu
sempit, tali sepatu terlalu kencang, celana terlalu ketat, dll).
Cedera pada otot dan tendon timbul karena kerja
otot yang keras. Misalnya pada waktu melakukan stroke tajam, chop, atau lop. Para atlet tenis meja sering mengalaminya pada
gelang bahu, sekitarsiku, lengan bawah, pergelangan tangan, atau pada tangan
karena terus menerus memegang bat dengan kencang.
Karena merupakan olahraga indoor, kita dapat memainkannya kapan saja, bahkan di
musim hujan. Sedangkan peralatannya relatif tidak terlalu mahal lagi pula tak
memerlukan ruangan terlalu luas. Luas lapangan permainan yang sangat terbatas
menuntut reaksi sangat cepat dalam mengembalikan bola, sehingga cabang olahraga
ini merupakan olahraga paling cepat diantara olahraga permainan yang ada.
Uniknya, meski saat pertandingan atlet tenis
meja memerlukan kemampuan fisik luar biasa, pada permainan bukan pertandingan,
siapapun baik pria maupun wanita dengan berbagai tingkatan usia dan kondisi
fisik, tetap dapat menikmati olahraga ini.
Perlu refleks dan konsentrasi
- Memang benar, cabang olahraga
ini dibedakan atas tenis meja yang dipertandingkan (kompetitif) dan yang
tidak dipertandingkan (non-kompetitif). Jelas saja, pada tenis meja non
kompetitif persyaratan fisik dan fisiologis jauh berbeda dari yang
dipertandingkan.
Persyaratan terpenting adalah keterampilan yang neuromuskuler (saraf otot) untuk memproleh kondisi refleks dan
konsentrasi yang baik. Kedua komponen tersebut boleh dikatakan merupakan
persyaratan terpenting pada tenis meja non-pertandingan.
Sebaliknya, pada tenis meja kompetitif atau yang
dipertandingkan, kedua hal itu saja jauh dari cukup. Diperlukan kecepatan yang
hebat, kekuatan memukul, dan endurance (daya tahan). Jadi selain tenaga, juga sangat
dibutuhkan daya tahan otot, jantung dan pernapasan.
Seorang atlet pingpong yang harus menjalani
pertandingan juga harus mampu lari 5 km agar bisa meraih dan mengembalikan bola
yang kecepatan maksimumnya bisa mencapai 125-140 km perjam. Memang benar,
pencapaian refleks dan konsentrasi yang terkondisi merupakan persyaratan utama
pada tenis meja kompetitif. Namun, kelincahan kaki, kecepatan, antisipasi,
koordinasi, dan taktik juga sangat penting.
Kondisi refleks atau refleks yang dimiliki
pemain bukan diperoleh secara genetis, karenanya pemain harus berlatih sejak
awal. Apalagi kondisi refleks akan melemah dengan berjalannya waktu. Makin
kurang baik kondisi refleksnya, makin cepat hilangnya. Ini menunjukkan, untuk
memelihara atau meningkatkan kondisi refleks diperlukan program latihan yang
konsisten dalam jangka waktu cukup lama. Maka dari itu untuk menjadi pemain
kompetitif, kita harus melakukan latihan terencana selama 4-5 tahun plus memiliki pengalaman pertandingan.
Umur paling baik untuk menjadi pemain tenis meja
kompetitif pada pria adalah 18-30 tahun dan pada wanita 16-26 tahun.
Barangkali perlu dicatat adanya sedikit
perbedaan antara pria dan wanita dalam respons fisiologis. Persisnya, dalam
mengembangkan keterampilan neuromuskuler untuk meningkatkan tenaga otot
(terutama pada lengan yang digunakan untuk main), daya tahan otot (pada lengan
yang digunakan untuk main dan kedua kaki), serta daya tahan jantung dan pernapasan.
Ini terjadi lantaran wanita sedikit lebih lemah.
Karena kebugaran fisik dan mental diperlukan
dalam tenis meja kompetitif, pemeriksaan klinis terhadap atlet-atlet tenis meja
harus betul-betul teliti. Selain pemeriksaan fisik lengkap, juga harus dilakukan
evaluasi terhadap metode latihan, pengaturan makan, keadaan lingkungan, masalah
usia, seks dan pekerjaan, serta pencegahan cedera.
Karena merupakan olahraga indoor, maka perlu diberikan perhatian pada kondisi
paru-paru. Artinya, secara periodik haruslah diadakan pemeriksaan fisik,
laboratorium dan pemeriksaan dengan sinar rontgen. Juga karena permainan ini
biasanya menggunakan sinar lampu, pemeriksaan mata secara periodik pun sangat
dianjurkan.
Nah, kalau semuanya beres, bersiaplah menjadi
atlet tenis meja handal, atau kalau bukan atlet, setidaknya pemain kehidupan
yang lebih gesit dan bugar berkat tenis meja.*
Kamis, 15 Maret 2012
Menganalisa Teori Tendangan Bebas Cristiano Ronaldo
Menganalisa Teori Tendangan Bebas Cristiano Ronaldo
![]() |
| Ronaldo menggunakan "teori angin" untuk merubah laju bola..? |
Semua orang pasti tahu ancang-ancang free kick tersebut. Ya, itu milik Cristiano Ronaldo. Salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Hmm, ternyata bukan hanya ancang-ancangnya saja yang unik tapi cara menendangnya juga unik. Tidak jarang dari tendangan bebas yang di lakukannya menghasilkan gol untuk timnya. Arah bola yang dihasilkan dari tendangannya juga unik, karena bola bisa berubah arah dalam sekejap. Sekarang saya coba membahas cara (tehnik) tendangan bebas Ronaldo dan mengapa bisa seperti itu.
![]() |
| Beckham, menggunakan tehnik menggesek bola. |
Begitu banyak pemain yang piawai dalam mengeksekusi bola mati, seperti Juninho, Alessandro Del Pierro sampai yang paling famous David Beckham. Mereka seperti sudah terlatih untuk melakukan itu. Kebanyakan dari pemain mengeksekusi tendangan bebas dengan menggesek bola, hal tersebut untuk memberikan efek melengkung (pisang) untuk mengecoh kiper agar bola terlihat menjauh kemudian membelok kembali.
Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, dengan pemikiran yang matang dan latihan yang sering Ronaldo mencoba melawan arus dengan apa yang dilakukan oleh para seniornya. Jika seniornya melakukannya dengan menggesekkan bola Ronaldo justru tidak menggesekkan bola, dia hanya menendang bola jauh ke arah gawang dan berharap angin dapat merubah laju bola. Mengapa demikian?
Jika bola yang dihasilkan Beckham adalah gesekan artinya tendangan Beckham terdapat daya angin yang kencang sehingga angin sulit mengganggu laju bola karena perputaran akibat gesekan bola sangat kuat. Bola beckham terus menghasilkan perputaran yang menghasilkan angin dari perputaran tersebut sampai bola itu berhenti berputar.
![]() |
| bola yang berputar cepat sulit di pengaruhi angin |
Nah, tendangan yang di lakukan Ronaldo hanya mendorong bola jauh kedepan. Tanpa menggesek bola, sehingga bola terbang diam. Bola yang di hasilkan tidak punya energi angin, karena tidak bergerak. Disinilah angin dengan mudah merubah laju bola dari tendangan Ronaldo.
![]() |
| Ronaldo hanya 'mendorong' bola jauh ke gawang |
Tendangan yang dilakukan Cristiano Ronaldo cenderung lurus dan tidak memberikan efek melengkung seperti yang dilakukan David Beckham. Hal ini justru memudahkannya untuk mengarahkan bola tepat ke sasaran. Selain itu tendangan yang dihasilkan Ronaldo juga memiliki kecepatan yang luar biasa, pada sebuah penelitian pernah kecepatan tendangan Ronaldo hampir menyamain kecepatan Cheetah (kalau tidak salah gol nya ke gawang Real Zaragoza). Sekedar info, tendangan Cristiano Ronaldo bisa mencapai kecepatan 130 km/hour. Yang saya bingung bagaimana caranya Ronaldo bisa menendang dengan kecepatan seperti itu tanpa kekuatan yang penuh?
Saya yakin Ronaldo sudah paham betul tentang teori ini, dari perputaran bola sampai arah angin. Ditambah dengan latihan yang sering hasilnya seperti sekarang ini. Sungguh tendangan bebas yang unik!
Lalu kenapa bola tendangan Ronaldo berubah arah ketika sudah di depan Kiper..??
Inilah teorinya : saat Ronaldo menendang, ada sedikit kekuatan dorongan (putaran) yang di hasilkan dari tendangannya. Semakin lama, bola semakin sedikit menghasilkan tenaga dan di saat ini lah angin merubah arah. Makanya tidak jarang kiper sulit memblok bola (kaget) meskipun sudah menebak arah bola. Itu juga yang menyebabkan bola yang ditendang ke atas tiba-tiba jatuh dan masuk ke gawang. Inilah yang saya sebut sebagai "teori angin". Semakin lama bola melayang maka kekuatan bola akan semakin sedikit bahkan hilang , nah pada saat inilah angin mempengaruhi bola hingga jatuh ketanah.
Dari sekian banyak gol yang di hasilkan lewat tendangan bebasnya, lebih banyak di hasilkan dari jarak lebih dari 25 meter ke arah gawang, hal ini karena memperbesar kemungkinan teori tersebut. Jika dari jarak dekat maka Ronaldo sulit menggunakan teori ini. Namun bagaimanapun juga hal itu butuh latihan khusus dan sering untuk melakukannya.
Salah satu tendangan bebas Ronaldo :
Cristiano Ronaldo free kick 105 km/hr
Setiap akan melakukan tendangan bebas, Ronaldo selalu mengambil jarak sekitar 4-6 langkah kemudian melebarkan kakinya. Hal ini dilakukannya untuk menyeimbangkan kedua kakinya. Kemudian, sebelum mengeksekusi Ronaldo selalu menghirup udara pelan-pelan lalu menghembusakannya keluar seperti membuang beban. Hal ini dilakukannya agar lebih rileks dan dapat berkonsentrasi sambil mengumpulkan kekuatan dikaki kanannya.
![]() |
| tarik nafas dalam-dalam dan renggangkan otot |
Tendangan bebas yang dilakukan Ronaldo Berpotensi menimbukan cedera panjang..
Mark Hughes, mengaku telah lama mengamati cara mantan gelandang sayap Manchester United itu dalam mengeksekusi tendangan bebas. Dan menurut penilaiannya, Ronaldo punya cara yang unik saat menendang bola. "Cara Ronaldo melakukan tendangan bebas sangat unik dengan pemain manapun. Itu adalah talenta luar biasa yang mampu membuat masalah besar bagi para kiper. Namun teknik yang digunakan tidak biasa," kata Hughes kepada SkySports.com.
Menurut Hughes, Ronaldo memberikan tenaga lebih untuk paha dan otot di sekitar lututnya saat melakukan tendangan bebas. Bila tidak dilakukan dengan benar, teknik ini cukup berpotensi untuk menimbulkan cedera.
"Saya kagum dengan Ronaldo yang memilik tenaga dan kekuatan untuk melakukan teknik seperti itu. Jika itu saya lakukan bahkan ketika saat masih menjadi pemain, saya pasti akan dapat masalah," kata Hughes.
"Saya kagum dengan Ronaldo yang memilik tenaga dan kekuatan untuk melakukan teknik seperti itu. Jika itu saya lakukan bahkan ketika saat masih menjadi pemain, saya pasti akan dapat masalah," kata Hughes.
![]() |
| prepare.. |
![]() |
| looking.. |
![]() |
| shoot.. |
![]() |
| to target.. |
![]() |
| and goal, I'm the best.. haha |
Tetapi hal itu mungkin hanya beberapa persen saja, selebihnya saya yakin Ronaldo telah cukup sering melakukan latihan tendangan bebas dan memiliki akurasi tendangan yang bagus. Dari hasil survey, tendangan bebas milik Cristiano Ronaldo memang paling sulit ditebak dibanding Beckham dan yang lainnya. Hmm, gimana? Itu menurut analisa saya saja, jika memiliki analisa lain silahkan komen.. :D
Langganan:
Postingan (Atom)









