SUMEDANG BANGKIT

SUMEDANG BANGKIT
Tim Pelajar 2013

Senin, 01 April 2013

SETIAWAN CUP II Siap di gelar


Kesehatan merupakan suatu anugrah yang Tuhan berikan kepada manusia yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Olahraga sebagai kunci utama dalam menjaga kesehatan menjadi hal yang sangat diperhatikan di negara-negara maju pada saat ini.  Pengembangan suatu cabang olahraga merupakan salah satu jalan dimana manusia bisa memperoleh hidup sehat dan juga mendapat banyak nilai-nilai lain yang terkandung didalamnya seperti sportifitas dan kerja keras.
Namun melihat kenyataan yang ada di daerah Sumedang Olahraga menjadi hal yang terlupakan, banyak pihak yang menuntut prestasi olahraga di Sumedang menjadi maju dan berkembang namun tidak ada langkah nyata yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta terhadap perkembangan olahraga di Sumedang. Pembinaan baik itu di usia dini, remaja bahkan senior selalu bersifat dadakan. Ini sangat bertentangan dengan prinsip Teori Latihan Olahraga bahwa untuk mencapai suatu prestasi puncak harus ada perencanaan program latihan yang jelas dan di tunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk bersaing dengan daerah lain.
Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang mempunyai prospek yang cerah untuk kemajukan olahraga prestasi Sumedang namun terhambatnya proses  pembinaan tenis meja membuat tenis meja Sumedang hanya mampu berbicara di level pelajar, dan itu pun semakin berkurang dengan tidak adanya pembinaan dan kompetisi di sumedang yang berkesinambungan.
Animo masyarakat terhadap olahraga tenis meja sangat besar, ini terbukti dengan selalu adanya cabang olahraga tenis meja pada kegiatan ( O2SN ) Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, POPDA ( Pekan Olahraga Pelajar Daerah), dan Porda           ( Pekan Olahraga Daerah) membuktikan bahwa Olahraga tenis meja sangat menarik minat masyarakat. Animo itu harus diimbangi dengan pembinaan yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia yang terlibat dalam cabang olahraga tenis meja  di Kabupaten Sumedang.
Salah satu sarana pengembangan sumber daya manusia adalah dengan diadakan kegiatan kejuaraan tenis meja pelajar . selain sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia, hal tersebut juga bisa dijadikan alternatif media pembinaan yang berkelanjutan untuk mempersiapkan atlet tenis meja yang siap membawa nama baik Kabupaten Sumedang di Provinsi Jawa Barat.
Untuk itulah kami Komunitas Tenis Meja Insun Medal siap untuk mengadakan Kejuaraan Tenis Meja Pelajar Setiawan Cup II pada tangal 5 Mei 2013 di SD Negeri Cikoneng.

Kamis, 03 Januari 2013

GELIAT TENIS MEJA SUMEDANG



Tenis meja Sumedang kini mulai menggeliat kembali, pembinaan usia pelajar yang hampir tidak terdengar kini  mulai bangkit kembali. Adalah Sandi Setiawan mantan atlet pelajar yang selalu jadi andalan Kabupaten Sumedang pada event PORSENI, O2SN, dan POPDA yang kini menimba ilmu di jurusan Kepelatihan Olahraga,UPI Bandung. Menyelenggarakan Kejuaraan Tenis Meja Pelajar U-15 Se-Kabupaten Sumedang “SETIAWAN CUP 2012”. Tema dari Kejuaraan ini adalah Konsolidasi Pembinaan Tenis Meja Sumedang. “Saya harap dengan adanya kejuaraan ini pengurus PTMSI Sumedang mulai memperhatikan pembinaan anak-anak secara sistematis”, ungkap Sandi sebagai ketua pelaksana SETIAWAN CUP. Sumedang punya potensi untuk perkembangan tenis meja namun tidak ada dukungan sarana dan prasarana membuat anak-anak jenuh dan stagnan, lanjutnya.
Adapun hasil Kejuaraan Tenis Meja Pelajar U-15 Se-Kabupaten Sumedang “SETIAWAN CUP 2012” : Kategori pelajar Putra, Juara I  Sansan ( Cut Nyak Dien ), Juara II Dika ( EKTM Raspati 4 Sumedang ), Juara III Ramandha ( EKTM Raspati 4 Sumedang ), Juara IV Denis ( Cut Nyak Dien ), Kategori Pelajar Putri Juara I Ayu ( Buah Dua ),Juara II Yuni ( Cut Nyak Dien ), Juara III Desi ( EKTM Raspati 4 Sumedang ), Juara IV Siska ( EKTM Raspati 4 Sumedang ).

Senin, 19 November 2012

OLAHRAGA PENUH MISTIS

Sungguh kalian akan tercengang dan ingin kembali pulang ketika kalau kita ingin tampil dalam suatu pertandingan bahkan event resmi,,tapi apa yang pengurus tanyakan targetnya apa????ya kalau yang normal pasti dalam hatinya ragu untuk menyebutkan terget melihat lawan yang akan dihadapi dan melihat sarana prasarana yang digunakan saat kita latihan.
Itu pengalaman orang yang tidak tahu apa arti olahraga prestasi yang  "ditipu" oleh PENGURUSnya. karena olahraga prestasi itu bukan hal yang instans di dapat banyak faktor yang harus diperhitungkan, sarana prasarana, program latihan, mental dan masih banyak faktor lainya. Tapi pengurus hanya datang ketika ada perlunya saja,,katakanlah itu proyek di negeri ini. Datang pun bukan menanyakan bagaimana latihanya dan apa keluhanya, tapi malah langsung targetnya apa????sakit ini pengurus...
Dulu emang begitu tapi sekarang kalau ada yang datang dan nanya begitu jawab aja apa yang udah ANDA berikan pada cabor ini???sarana apa yang anda berikan???apa sudah sama dengan standar pertandingan???apa ANDA mendukung dalam Program latihan????liat bung yang lain juga yang juara itu bagaimana caranya...ga ada yang juara ga latihan pake MISTIS langsung juara...INGAT PERJUANGAN DAN DOA...
alasanya dana APBD tidak ada...benarkah demikian????kalau emang tidak ada kenapa yang korupsi makin banyak????atau uang olahraga dimakan juga???jangan bilang uang tidak ada karena birokrasi kita emang harus bisa2 membuat program yang bisa mencairkan anggaran.
semoga ini menjadi buat pembaca yang mengalami nasib keterpurukan di olahraga.Bangkitkan semangat sportivitas dan fairplay yang menjadi patokan dalam jiwa olahragawan. Kalian yang bersemangat tidak salah,,lanjutkan semangat kalian. karena kita terlanjur dilahirkan di kalangan yang penuh Mistis.

Sabtu, 08 September 2012

LATIHAN bukan "REMAJA LABIL"

Sebuah kisah yang sangat tak mengherankan di negri ini, ketika orang-orang berlaga gaya dengan barang mewahdan barang baru. Kehidupan anak remaja zaman sekarang sangat identik dan terlihat "gaya" ketika mengikuti zaman, BB, ANDROID dan entah apalagi setelah apel malang yang menjadi ikon anak muda zaman sekarang. Mereka seolah bangga dengan hal itu tanpa mengetahui bahwa tujuan dan fungsinya sama yaitu mengirm pesan. Namun seolah tak mau ketinggalan zaman mereka rela menghabiskan koin demi koin emas untuk membeli hal itu. Tak pernahkah berpikir betapa nikmatnya menikmati menit demi menit yang ada di depan mata???
Oke seorang pelatih jangan seperti itu seorang pelatih harus punya perhitungan yang tepat cepat dan efektif. Tak perlu barang baru tapi bisa membuat barang yang lama keliatan baru dengan berbagai modifukasi yang membuat atlet tidak meras jenuh. Pelatih harus tau kenapa lari 20 menit?kenapa bola banyak 5 menit dan kenapa bebanya harus 50 kg???Kepelatihan olahraga ilmu pasti yang bisa di hitung dan bisa dicarikan parameternya. Jadi ketika anda berlatih tanpa mengetahui kenapa anda berlatih seperti itu dan tidak bisa dijelaskan maka anda menggunakan metode yang UNTUNG-UNTUNGAN dan tak akan ada hasil yang bisa dibanggakan.
Sudah saatnya Olahraga Indonesia menggunakan Pelatih yang benar-benar tahu apa itu latihan dan bagaimana cara latihan. Pakailah jasa pelatih yang bisa mendeskripsikan program latihanya jangan menggunakan pelatih yang hanay mempnyai penglaman dari apa yang dia dapat di masa lampau....
PELATIH OLAHRAGA ADA ILMUNYA DAN UNTUK ITU JANGAN SEKALI-KALI GUNAKAN PELATIH YANG LULUSAN SARJANA HUKUM APALAGI SARJANA POLITIK...

Sabtu, 11 Agustus 2012

YANG HILANG DI TENIS MEJA JABAR


Saat ini banyak orang di jawabarat yang merasa berperan penting dalam memajukan tenismeja jawa barat, namun mari kita lihat sejauh mana yang mereka katakan memajukan tenis meja Jawa Barat.
pertama oknum yang merasa paling membawa kemajuan di tenismeja jawabarat adalah para penggiat di PTM-PTM yang ada di Jawabarat, ketika mereka mengatakan demikian padahal di belakangnya anak asuhnya atau atletnya berlatih berkeliling di tempat-tempat yang bukan hanya di PTMnya. ini ironis karena pihak PTM hanya merasa bangga ketika klubnya menjuarai sebuah event tanpa mengetahui bagaimana cara melatih dan sejauh mana atlet itu mengalami kemajuan. sungguh Ironis bukan ketika atlet ungulan bahkan sampe pemula dijadikan ajang pembelian pemain yang tidak mendidik secara moral. bahkan ketika pemilik PTM itu berniat untuk memndidik karakter atlenya namun karena wadah yang dimilikinya kurang cukup dan membiarkan atlet berkeliaran begitu saja membuat atlet curi-curi kesempatan di tengah kacaunya pergaulan yang ada di daerah jawabarat di tambah uang yang berlimpah yang didapat dari hasil sebuah event ataupun sebuah pemberian dari hasil udar ider ke berbagai PTM.
Kedua pihak penyelenggara pertandingan yang merasa event yang diadakan membuat pembinaan atlet jawabarat membuat maju pertenismejaan JABAR, namun kenyataanya sama keterbatasan dari pihak terkait membuat patah semnagt atlet yang kemampuanya dikatakan mengambang. Belum lagi masalh pencurian umur yang tak pernah ada perbaikan dari tahun ke tahun. mau dibawa kemana kejuaraan ini dan apa dampak dari kejuaraan ini yang belum terpikirkan oleh pihak penyelenggara.
OKELAH semuanya ini sangat baik dan merupakan sebuah usaha, tapi BELUM ADANYA YANG MEMIKIRKAN MEMBUAT WADAH PENJARINGAN ATLET TENIS MEJA JAWABARAT UNTUK MELAKUKAN TRAINING CENTER YANG BERFOKUS DISATU TEMPAT membuat atlet yang ada berburu mencari pundi-pundi uang kesana kemari selagi ada bos bos yang memberi mereka sesuap nasi. Ironis sekali karena pendidikan karakter yang berjiwa sportif dan fair pay hampir terlupakan.
Dulu mendengar cerita senior-seniot yang ada tenis meja jawabarat sangat di segani provisnsi lain, kita dengar nama ANTON SUSENO orang Indramayu katanya tapi saya belum ketemu, ASEP AJIDULSALEH dari Gani Arta, AGUS SANTO, terus jaman anak-anak NHI dan GANI ARTA menjadi nama PTM yang disegani dengan berbagai seleksi untuk masuk tim PTM tersebut, dan menjadi kebanggaan untuk masuk kesana, namun kini itu sudah menjadi kenangan manis yang sangat kita rindukan, bahkan PPLP tenis meja pun sudah tidak ada lagi. Kini tinggal PTM-PTM yang pemainya hampir itu-itu saja.
rindukah kita pada sistem pembinaan yang tertulis dan nyata terlihat di sebuah PTM????
SEMOGA INI MENJADI MOTIVASI BAGI PARA PEMBACA APALAGI YANG PUNYA DANA UNTUK PENGEMBANGAN TENISMEJA BAHWA YANG HILANG ADALAH PEMBINAAN YANG DULU PERNAH DIRASAKAN PEMAIN SENIOR YANG SUKSES DI JAMANYA PADA SUATU TEMPAT TIM PELATIH YANG SOLID DAN MANAJEMEN YANG PROFESIOANAL.
AYO BANGKIT SAHABAT TENIS MEJA

Rabu, 18 Juli 2012

Olahraga di Mata Indonesia

 Sangat disayangkan, di negeri ini olah raga kurang mendapatkan prioritas yang menjanjikan,sehingga meski minat anak bangsa ini besar namun kepedulian pemerintah masih rendah, sehingga honor untuk orang-orang di bidang olahraga belum semua diperhatikan serius, seandainya pemerintah memperhatikan semua bidang olah raga dan di hargai seperti di luar negeri, tentu saja akan menambah aset yang begitu besar untuk masyarakat pada umumnya.
       Tidak ada perhatian terhadap pelatihan yang profesional membuat para pelatih kebingungan mengembangkan ilmunya, bahkan kini pelatih terbaik Indonesia banyak yang mengembangkan ilmu kepelatihanya di negara lain, contoh di Bulutangkis. Ini berbeda dengan Cina yang Olahraganya berkembang pesat, bahkan untuk penelitian untuk pendidikan dan parameter pun Cina merahasiakan ilmu kepelatihan dan data kondisi fisik atletnya saat latihan. Belum lagi dunia Biomekanika Olahraga yang menjadi acuan utama efesien teknik dengan berbagai perkembanganya Indonesia sangat jauh tertinggal dari negara-negara lain yang menyikapi Olahraga dengan serius.
   Sebenarnya banyak aspek yang menjadi keuntungan mengembangkan Olahraga diantaranya, bisnis dan entertaining yang mendidik bangsa. Banyak atlet dan pelatih yang menjadi model iklan bahkan "gosip" atau isu atlet diluar negeri lebih ramai dibicarakan diluar sana beda dengan di Indonesia yang lebih ramai membicarakan gosip-gosip murahan dan komentar-komentar pedas terhadap pemerintahan namun tanpa ada solusi yang baik dari para komentator. SUNGGUH IRONIS.      
       Bangsa ini sangat berharap jangan sepelekan bidang tersebut, yang mana akan membawa kemakmuran bila dikelola dengan baik,  dan tidak membedakan si kaya dan si miskin, saya melihat di bidang olah raga tertentu yang masih terlihat banyak etnis-etnis tertentu yang dapat masuk ke sana. Sangat di sayangkan  para pencari bakat, seharusnya di sekolah-sekolah masih banyak memiliki bakat terpemdam, namun yang dicari hanya tempat-tempat khusus, boleh dikatakan sekolah olahraga, seharusnya pencarian bakat dapat lewat sekolah-sekolah pada umumnya.
    Kedepannya pasti akan lebih banyak anak-anak bangsa yang bermunculan, bukan malah import dari luar negeri, sangat ironis pemikiran para pembuat keputusan yang salah, padahal anak-anak bangsa masih banyak yang jauh lebih baik andai dididik dan di biayai, bukan hanya orang-orang kaya saja yang tampil. Coba renungkan dan amati sebagaimana saya utarakan. Rasa Nasionalisme yang masih kurang sehingga anak-anak bangsa di nomor duakan, ibarat hanya sebagai kacung ataupun penonton saja.



Selasa, 17 Juli 2012

TENIS MEJA YANG TERLUPAKAN

Aspek dalam penentuan olahraga prestasi terbagi menjadi empat aspek yaitu: fisik, teknik taktik dan mental. Banyaknya sekolah tenis meja yang berkembang di Indonesia sangat cenderung dengan "proyek karbitan". Tuntutan terhadap pelatih dari KONI dan tuntutan terhadap prestasi olahraga daerah sangat terdesak dengan biaya dari pemerintah itu sendiri yang mengakibatkan sangat banyaknya proyek karbitan di dunia olahraga tenis meja saat ini.
Mari kita evaluasi dunia tenis meja yang ada sekarang ini, banyak pelatih yang memiliki kharisma di Indonesia yang kalau diberi kesempatan lebih untuk menata tenis meja Indonesia akan sangat baik. Namun kenyataanya pelatih bagus cenderung dengan pelatih yang mata duitan,benarkah demikian??? Ini sebuah pernyataan yang ironis untuk dijawab di tengah melorotnya prestasi olahraga tenis meja yang sempat mencapai top performa di era Anton Suseno pada tahun 90an namanya mencuat dan terkenal hingga daratan eropa. Kemampuan bertahan yang baik di tunjang dengan fisik yang baik menjadikan pemain asal Indramayu ini di segani oleh lawan-lawan di kawasan Asia Tenggara. Kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap pelatih-pelatih atlet usia dini membuat pelatih mencari sesuap nasi tanpa memperdulikan kualitas yang dia berikan kepada atletnya.Sangat sulit mencari pelatih yang memberikan materi yang baik dengan biaya yang pas-pasan. Ini dimaklumi karena untuk jadi pelatih yang baik itu perlu ilmu yang tinggi. Namun paradigma Pemerintah Indonesia saat ini beranggapan kalau pelatih itu gampang dan mantan atlet akan menjadi pelatih yang baik. Kenyataanya tidak demikian seorang pelatih harus memiliki wawasan yang luas, harus mempunyai  perencanaan program latihan yang jelas dan yang paling penting adalah jiwa yang mengerti akan kondisi atletnya, karena pelatih yang baik adalah pelatih yang bisa mengasah kemampuan yang dimiliki atletnya dan meminimalisisr kekurangan atletnya, bukan membentuk atlet menjadi seperti dirinya.
Kembali pada pokok pembahasan yaitu banyaknya aspek yang terlupakan pada pembinaan usia dini membuat tenis meja Indonesia sulit untuk berkembang, di tambah lagi pengelolaan tentang pencurian umur membuat geliat tenis meja kurang terlihat. Pada dasarnya setiap pembinaan di Sekolah tenis meja memberikan keempat aspek fisik, teknik, taktik dan mental, namun pada kenyataanya aspek mental sangat sering sekali dilupakan, banyak pelatih yang mengabaikan tentang pentingnya belajar mental. Sebenarnya mental sangat mempengaruhi kemajuan perkembangan anak. Rasa disiplin, saling menghargai, dan bekerja keras sangat wajib diajarkan pada setiap atlet yang dibina di sekolah tenis meja. Mental merupakan hal kecil yang sering terlupakan namun peran mental sangat besar yang bisa menentukan perkembangan atlet kedepanya.
Terkait kondisi fisik di tenis meja sangat jarang pelatih yang mengetahui tentang bagaimana sebenarnya aspek-aspek fisik yang penting di tenis meja. Ini dimaklumi karena keunikan tenis meja yang memiliki banyak acuan yang bervariasi membuat pelatih awam sulit menentukan program pelatihan kondisi fisik. Padahal yang menjadi fondasi utama permainan tenis meja adalah fisik, teknik yang sangat baik sekali pun tidak akan bisa berjalan tanpa di topang fisik yang kuat. Proses karbitan juga terjadi di program fisik, aspek fleksibilitas sangat jarang sekali terlihat. Kelenturan yang dimiliki atlet-atlet di Indonesia sangat kurang, terlihat dari pergelangan tangan dalam pengambilan servis terlihat jelas bagaimana perbedaan  kelenturan antara atlet dunia dan atlet nasional kita.

SEDIKIT SOLUSI atau MASUKAN

Tenis meja adalah olahraga permainan dimana aspek fisik sebagai fondasi yang akan menunjang teknik, dan ketika kedua aspek itu dapat dikuasai maka taktik pun bisa untuk digunakan untuk mencapai tujuan atau prestasi.Namun ketika ketiga aspek itu sama dengan lawan maka faktor mental yang akan menentukan prestasi yang dicapai atlet. Keempat komponen ini harus diberikan disetiap kali latihan karena tenismeja perlu pemikiran yang cerdas dan juga efesiensi gerak harus se efektif mungkin.
Dan jangan lupa Fisik yang terdiri dari Fleksibilitas, kecepatan, kekuatan dan daya tahan harus dipahami betul dalam pemberiaan latihan. Gunakan metode yang pas untuk membuat suasana minimal seperti saat pertandingan dan seharusnya latihan harus dua kali lipat intensitasnya dengan intensitas yang terjadi pada saat pertandingan. gunakan simulasi yang tepat dan dari simulasi juga kita menentukan parameter untuk diberika pada atlet...

Semoga bermanfaat dan maju terus tenis meja Indonesia